Begini Kronologis Pengambilan Jenazah Pasien Covid-19 di Buol Malam Ini

oleh -
Foto Tangkapan Vedio dari Media Sosial.

BUOL, SULTENGNEWS.COM – Pengambilan jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali terjadi malam ini sekira pukul 20.00 Wita. Pasien yang meninggal di Rumah Sakit Mokoyuri Buol itu, diambil secara paksa oleh kuarga pasien setelah mendapat informasi bahwa pasien telah meningal dunia.

Dari video yang beredar di beberapa media sosial, terlihat puluhan warga mendatangi RS Mokoyuri lalu mengambil jenazah pasien. Keluarga kemudian membawa jenazah berjalan kaki keluar dari rumah sakit.

Dari video yang beredar luas di media sosial itu, terdengar suara seorang ibu yang berteriak – teriak mengatakan bahwa anaknya itu meninggal karena luka dan kehabisan darah. Namun pihak rumah sakit menyampaikan bahwa anaknya itu positif Covid-19.

“Orang Cuma luka lalu meninggal dikatakan Corona,” teriak ibu yang diduga adalah ibu kandung pasien yang meninggal itu.

Tak terima dengan pernyataan pihak rumah sakit, keluarga lalu mengambil paksa jenazah pasien dan membawanya ke rumah dengan berjalan kaki.

Berdasarkan penjelasan Direktur RS Mokoyuri Buol, dr. Aryanto saat dihubungi Gubernur Sulteng Rusdy Mastura menyampaikan bahwa kronologis kejadiannya barawal saat pasien bernama Vikky, umur 16, warga Desa Kokobuko, Kecamatan Tiloan mengalami luka robek akibat tusukan.

Setelah kejadian, pasien dilakukan perawatan di Puskesmas Tiloan dan dilakukan Swab Antigen. Hasilnya, bahwa pasien selain luka tusuk juga terkonfirmasi positip Covid-19, sehingga dirujuk ke RS Mokoyuri Buol.

Setelah sampai di Unit Gawat Darurat (UGD), dilakukan tindakan perawatan sesuai protokol kesehatan dan dirawat di ruang perawatan Covid-19 dan telah mendapat persetujuan keluarga. Namun, setelah dirawat selama 15 menit pasien meninggal akibat kekurangan darah, karena terjadi pendarahan hebat akibat luka tusukan.

Selanjutnya, petugas Covid-19 RS meminta persetujuan keluarga untuk dimakamkan sesuai protokol kesehatan. Orang tua almarhum sudah menyetujui, tetapi diminta menunggu keluarga sebentar. Tetapi keluarga yang ditunggu, sudah membawa massa yang sangat banyak dan memaksa membawa Almarhum dengan secara paksa. Pemerintah saat ini, masih melakukan negosiasi agar keluarga dapat mengikuti himbauan pemerintah.

Atas kejadian yang kembali terulang itu, Gubernur H. Rusdy Mastura sangat menyangkan kejadian keluarga pasien kembali mengambil jenazah pasien yang meninggal di RS Mokoyuri, Buol pada Jumat (20/8/2021).

Gubernur meminta Bupati Buol untuk dapat menyelesaikan permasalan tersebut, dengan cara persuasif dan bupati juga diminta untuk melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk melakukan himbauan kepada masyarakat agar dapat mematuhi protokol kesehatan.

Terakhir, gubernur meminta masyarakat saling gotong royong untuk menjaga keluarga dan sesama. Hingga berita ini tayang, pemerintah Kabupaten Buol masih bernegosiasi dengan keluarga pasien agar penguburan dilakukan dengan protokol Covid-19, namun belum diketahui hasil akhirnya. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.