Bawaslu Sulteng : Tidak Ada Kewajiban Bagi Saksi Untuk Rapid Test

oleh -
Kordinator Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sulteng, Sutarmin. IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Kordinator Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sulteng, Sutarmin menyebut, tidak ada kewajiban bagi saksi Pasangan Calon (Paslon) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulteng, untuk melakukan rapid test.

Sebelumnya, beredar himbauan dari Bawaslu Sulteng dengan nomor surat : 355/K.ST/Pm.00.01/XII/2020 perihal imbauan kepada Tim Kampanye Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng nomor urut 01 dan Tim Kampanye Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng nomor urut 02. Surat tersebut terbit sejak 7 Desember 2020 belum lama ini.

Salah satu points dalam surat himbauan tepatnya pada huruf B point ke tiga menyatakan, saksi pasangan calon wajib untuk melakukan rapid test yang dibuktikan dengan surat keterangan hasil rapid.

Kordinator Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sulteng menerangkan, tidak ada kewajiban bagi saksi untuk melakukan rapid test, karena tidak tercantum dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), saksi hanya diwajibkan untuk cek suhu tubuh dengan menggunakan termogan yang ada di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Maka itu tadi bahwa surat itu kami ralat dan tidak ada kewajiban rapid test, hanya pengecekan suhu tubuh,”ujar Sutarmin, kepada sultengnews, Selasa (08/12/2020).

Sutarmin menjelaskan, terkait surat imbauan Bawaslu Sulteng menurut penafsiran Bawaslu Sulteng bahwa kewajiban penerapan protokol kesehatan bukan hanya kewajiban penyelenggara pemilu seperti KPU tapi itu juga peserta pemilihan.

Menurutnya, peserta pemilihan itu termasuk Paslon, partai politik, dan penyelenggara dalam mengikuti Pilkada tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19 agar indikasi klaster baru pada Pilkada tidak terjadi.

Sekaitan dengan surat imbauan itu, kata Sutarmin, pihaknya memang menyadari tidak di atur dalam norma, kecuali untuk saksi pengecekan suhu tubuh memakai termogan.

“Yang pasti saksi harus pakai masker dan jaga jarak. Untuk rapid test tidak ada, kecuali penyelenggara KPPS dan pengawas TPS,”ucapnya.

Sutarmin menuturkan, di situasi saat ini, tentu sulit bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas, begitu pun pergi ke TPS karena ada kekhawatiran lonjakan terkontaminasi covid-19.

“Harapan kami dari Bawaslu Sulteng, karena adanya Pilkada di tengah pandemi covid-19, besok dalam voting day agar masyarakat, Paslon, penyelenggara, serta peserta pemilihan selalu mengutamakan protokol kesehatan untuk pencegahan covid-19,”tuturnya.

“Semua unsur terkait, kiranya bisa memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, agar persepsi di Pilkada menjadi klaster baru tidak terjadi,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *