Basarnas Palu Tingkatkan Profesionalisme dan Kompetensi Melalui Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan

oleh -
Basarnas Palu saat melakukan pelatihan potensi pencarian dan pertolongan di kantor LPMP Sulteng. FOTI : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu melaksanakan pelatihan potensi pencarian dan pertolongan Tahun 2021 untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi melalui pelatihan potensi pencarian dan pertolongan.

Dalam kegiatan tersebut, Basarnas Palu mengusung tema Melalui Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan SAR Dipermukaan Air Kita Tingkatkan Profesionalisme dan Kompetensi Dalam Mendukung Pelaksanaan Operasi SAR di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pelatihan potensi pencarian dan pertolongan ini diikuti sebanyak 25 orang peserta yang terdiri dari instansi pemerintah atau swasta, TNI-Polri, dan organisasi berpotensi SAR di Sulteng.

Kepala Biro Umum Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, S.Riyadi, S.Sos, M.M mengatakan, sebagaimana diketahui bersama bahwa dalam setiap operasi SAR khususnya pada kecelakaan pelayaran dan atau penerbangan yang berskala besar maupun operasi dalam penanganan musibah atau bencana alam, Badan Sar Nasional tidak mungkin untuk melakukannya sendiri tanpa adanya peran serta dan dukungan dari potensi Sar baik instansi pemerintah maupun dari masyarakat dan organisasi berpotensi SAR.

“Oleh sebab itu Badan Nasional pencarian dan pertolongan senantiasa berupaya untuk dapat menjalin kerjasama dengan organisasi potensi Sar baik Kementerian lembaga TNI Polri pemerintah daerah akademisi dan organisasi kemasyarakatan bagi penggiat SAR,”ujar S.Riyadi dalam sambutannya di Kantor LPMP Sulteng, Kamis (08/04/2021).

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Menurutnya, juga bertanggungjawab dalam melakukan pembinaan potensi pencarian dan pertolongan.

“Untuk itu saya tegaskan kembali kepada Kepala Kantor SAR untuk secara terus-menerus aktif melakukan pembinaan potensi di lingkungan kerja masing-masing, sehingga apabila terjadi kecelakaan atau musibah dapat berkoordinasi dan bertindak dengan cepat tempat, aman guna meminimalisir korban,”tegasnya.

“Musibah, baik kecelakaan, bencana maupun kondisi yang membahayakan jiwa manusia memiliki unpredictable atau tidak dapat kita prediksi sebelumnya,”sambung S.Riyadi.

S.Riyadi mengungkapkan, sebagai insan Sar selain harus mengantisipasi terjadinya kecelakaan dan musibah juga harus memiliki kemampuan untuk menolong.

Melalui pelatihan yang diadakan pada hari ini (08/04/2021),  S.Riyadi berharap akan tercipta sumber daya manusia yang handal dan profesional, sehingga pada saat menghadapi kecelakaan dimanapun dan kapanpun diharapkan bagi peserta akan dapat mengaplikasikan di tempat tugas atau tempat tinggal masing-masing apabila ada korban yang membutuhkan pertolongan karena peserta akan dibekali dengan pengetahuan dasar tentang teknik pertolongan di permukaan air.

“Saya tekankan kepada seluruh peserta pelatihan agar dalam mengikuti pelatihan ini dengan serius dan fokus karena latihan ini memiliki risiko yang cukup tinggi dan utamakan faktor keselamatan,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *