Bantuan Perumahan Korban Gempa di Parimo Mulai Dicairkan

oleh -

Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo), Hi. Badrun Nggai saat melakukan peletakan batu pertama bantuan perumahan korban gempa 28 September 2018 di Parimo. FOTO : ABDUL RIFAI/SN

PARIGI MOUTONG, SULTENGNEWS.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan bantuan perbaikan rumah korban bencana di Parimo.



Kegiatan peletakan batu pertama dilaksanakan di Kelurahan Bambalemo Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong oleh Wakil Bupati Hi. Badrun Nggai, SE pada Rabu, (21/08/2019).

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD, Tri Nugrah Ardiatha, SH., MAP dalam raporannya menyampaiakan, rincian jumlah rumah yang terdampak bencana gempa bumi tanggal 28 September 2018 yaitu sebanyak 5.582 Unit.

Suasana acara peletakan batu pertama perbaikan rumah korban bencana gempa di Parigi Moutong. FOTO : ABDUL RIFAI/SN

Jumlah itu terbagi dalam tiga kategori yaitu rumah rusak berat 553 unit yang terbagi lagi 126 unit dibiayai melalui dana DAK perumahan, 427 unit dibiayai melalui dana hibah luar negeri.

“Untuk rumah rusak sedang, sebanyak 923 unit dan rumah rusak ringan sebanyak 4.232 unit,” katanya.

Untuk rumah rusak berat lanjutnya, dibiayai melalui dana hibah luar negeri dengan total dananya Rp21.350.000.000,- (Dua Puluh Satu Miliar Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) tersebar di delapan kecamatan yaitu dari Kecamatan Siniu sampai dengan Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong.

Ada tiga lokasi peletakan batu pertama pembangunan rumah rusak berat dengan pilihan masyarakat ada tiga type rumah juga. Untuk Kelurahan Bambalemo, type rumah yang dipilih yaitu RISMA (Rumah Instan Sehat Layak Huni Ramah Gempa), untuk Kelurahan Loji Type rumah yang dipilih yaitu RIKO (Rumah Instan Konfensional), dan Kelurahan Bantaya type rumah yang dipilih yaitu RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat).



“Harapan kami, bantuan yang turun dari pemerintah ini dimanfaatkan dengan baik, karena dananya langsung ditransfer ke kelompok masyarakat masing-masing, berbeda dengan di Lombok yang dananya langsung ke individu penerima,” katanya.

Menurut Tri Nugraha, karena ada beberapa kekurangan saat penyaluran di lombok, sehingga untuk pola di Sulteng dirubah oleh pemerintah pusat. Dananya ditransfer langsung ke rekening kelompok masyarakat. Pembangunan rumah ditargetkan berakhir pada Oktober 2019.

“Harapan kami, bisa terlakasana 427 unit rumah untuk Kabupaten Parigi Moutong, sehingga di tahap berikutnya yaitu September 2019, akan turun lagi bantuan untuk rumah rusak sedang dan bantuan rumah rusak ringan. Kami berharap, masyarakat bisa berpartisipasi dengan pembangunan rumah ini, karena ini rumah stimulan yang bisa mengembalikan psikologi masyarakat seperti sebelum terjadinya gempa,” tuturnya.

Dari data dan penjelasan yang diberikan oleh fasilitator bahwa untuk pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan bantuan perbaikan rumah koban bencana khusus POKMAS NYATA ada 20 Kepala Keluarga (KK) dari 3 desa yang mendapat bantuan. Adapun rinciannya yaitu RISMA 1 unit, RISHA 9 unit dan RIKO 10 unit. Masing-masing mendapatkan Rp50 juta/unit untuk satu KK dengan total bantuan yaitu Rp1 Miliar.

Wakil Bupati, Hi. Badrun Nggai, SE menyampaikan bahwa tidak sia-sia perjuangan Pemda selama ini untuk mendapatkan bantuan, sehingga dirinya mengaku sudah menyampaikan dengan anggota dewan bahwa Pemda Parimo bekerja keras mendapatkan bantuan.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras kita pontang panting mengupayakan bantuan, sehingga kita bisa dapat. Saya ikuti perjalanannya dari Palu hingga Jakarta, karena data kita baik dan tidak bermasalah termaksud data yang menyusul semua sudah terkafer,” jelas Wabub.

Hal yang patut disyukuri kata Wabub, Dana Alokasi Khusus (DAK) dialihkan dan disesuaikan penetapan Wakil Presiden (Wapres) sebesar Rp50 juta rusak berat, Rp25 juta rusak sedang dan Rp10 juta rusak ringan. Dirinya mengaku pernah rapat dengan Wapres Jusuf Kalla. Saat itu, Wapres sempat bertanya soal data. Karena Parimo lengkap semua datanya, sehingga langsung dicairkan.

Wabub menjelaskan, namanya pinjaman luar negeri ya harus diikuti semua prosedurnya. Itulah yang menyebabkan sehingga terlambat, karena banyak persyaratannya. Terakhir harus dengan fasilitator dan itu harus ada Surat Keputusan (SK) dari Kepala Desa (Kades). Jadi, Kades bertanggungjawab karena Kades yang angkat fasilitatornya.

Dalam kesempatan itu, wabub juga menyampaikan bahwa kegiatan pembangunan itu jangan sampai lewat bulan Oktober 2019, karena kalau sampai lewat maka uang bantuan tidak bisa cair dan akan dikembalikan ke Jakarta.

“Saya harapkan bisa selesai sebelum 21 Oktoer 2019. Terus terang saja, untuk proses ini dari awal saya tangani pembentukan TIM dan lain sebagainya, karena ini tanggung jawa saya sebagai Pemerintah Daerah,” tuturnya.

Wabub Badrun Nggai menekankan bahwa Pemda tetap fokus untuk kepentingan masyarakat, serta menyampaikan bahwa telah memberikan bantuan kepada korban meninggal dunia akibat gempa bumi sebanyak 15 orang dari 33 korban meninggal dunia.

“Sebagian sudah dibayarkan, yaitu sebanyak 15 orang dan sisanya 23 orang akan diselesaikan juga,” janjinya.



Hasil pantauan media ini, kegiatan juga turut dihadiri Kepala Dinas Perumahan Kabupaten Parigi Moutong, Inspektorat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Kepala Desa Bambalemo serta beberapa perwakilan masyarakat penerima bantuan Rumah.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh Wabub dan diakhiri dengan pembacaan doa oleh salah satu Tokoh Agama.

Ditempat yang sama, perwakilan masyarakat penerima bantuan yang ditemui sultengnews.com atasnama Muzakir dan Hartati mengaku sangat bersyukur serta mengucapkan terima kasih kepada Pemda yang telah membantu memfasilitasi sampai mendapatkan bantuan.

“Kami senang sekali serta berterima kasih kepada Kepala Desa dan Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong yang telah memberikan bantuan ini,” tutur Muzakir. FIK

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *