Bantu Pertumbuhan Ekonomi IKM dan UMKM, Disperindag Palu Gelar Pasar Murah

oleh -
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu, Syamsul Saifudin. FOTO : MOH. NURFIANSYAH/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu, terus berupaya untuk memulihkan ekonomi pasca diberlakukannya new normal disituasi pandemi Covid-19 dengan berbagai cara, salah satunya menggelar pasar murah dengan mengutamakan standar kesehatan Covid-19.

“Yah terus terang Pandemi Covid-19 ini lebih berat bagi Disperindag Palu dibandingkan bencana alam kemarin, karena Covid-19 kita harus menjaga jarak satu sama lain dan sangat berdampak negatif untuk pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM) dan juga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kota Palu,” ungkap Kadisperindag Palu, Syamsul Saifudin saat ditemui sultengnews.com di lokasi pasar murah Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Ahad (16/08/2020).

Dikatakannya, pasar murah tersebut akan berlangsung dua hari dimulai pada hari ini (Ahad) hingga Senin (17/08/2020) dengan menghadirkan pelaku IKM, UMKM dan distributor.

“Kegiatan pasar murah akan berlangsung dua hari, bukan hanya melibatkan IKM dan UMKM, tetapi juga para distributor, pedagang-pedagang dan saya tekankan kepada seluruh distributor untuk mematok harga kebutuhan pokok dibawah harga pasar, kerena memang sebagian besar barang yang dijual di pasar murah ini adalah produk-produk kebutuhan pokok,” tuturnya.

Dia menambahkan, meski UMKM dibawah kewenangan Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja (Dinas KUT), namun untuk memulihkan ekonomi yang diakibatkan oleh Covid-19 semua harus bersinergi satu sama lain.

“UMKM itu kewenangannya Dinas KUT, namun kita coba untuk mencover produk Industri yang tadinya setengah mati bisa laku akibat pandemi Covid-19. Nah kita coba jual melalui pasar murah ini, supaya UMKM bisa bangkit lagi,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan, kegiatan pasar murah tersebut merupakan yang ketiga kalinya diadakan pasca diberlakukannya new normal.

“Kegiatan pasar murah pertama kita adakan di Kecamatan Ulujadi, Kemudian di Kecamatan Tawaeli dan sekarang di Kecamatan Tatanga,” terangnya.

Dia berharap dengan rutinya pasar murah, dapat membust produk IKM tumbuh kembali dalam situasi new normal pandemi covid-19, karena memang IKM berbasis komuditas lokal produk-produk petani, begitu halnya juga dengan UMKM yang ada. MAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *