FRPB Akan Surati Jokowi Terkait Rusaknya Aliran Sungai Poso

oleh -
Ketua Dewan Pembina FRPB Farid Podungge (kiri) dan ketua FRPB Rizki alias Brer. FOTO : IST

POSO, SULTENGNEWS.COM – Sembari menyiapkan gugatan class Action, Forum Rakyat Poso Bersatu (FRPB) dalam waktu dekat akan menyurati Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi praktik PT Poso Energy yang mengancam puluhan ribu penduduk Kota Poso.

“Kami tahu bahwa PT Poso Energy sangat kuat, jadi kami harus menyurati Presiden Jokowi. Tolong dengar suara kami pak. Ini berkaitan dengan nasib puluhan ribu penduduk Kota Poso,” ujar ketua FRPB, Rizki melalui rilis yang diterima redaksi sultengnews.com pada Senin (4/5/2020).

Menurut Rizki, ada tiga praktik PT Poso Energi melalui kontraktor konstruksi PT Bukaka yang mengindikasikan kerusakan fatal di aliran sungai Poso sebagai penyebab banjir.

Pertama, perubahaan bentang alam di pintu alam batupangangga asa dalam rangka mengubah debit air alamiah melalui pembesaran pintu air;

Kedua, normalisasi dilakukan bukan hanya menggunakan kapal penyedot pasir tetapi juga peledakan dasar sungai menggunakan dinamit pada November 2019 yang mengakibatkan kerusakan dasar sungai Poso.

Ketiga, tidak adanya strategi pengendali debit air yang mengakibatkan kenaikan volume air danau Poso di musim penghujan langsung mengalir ke hilir yang menyebabkan banjir sepanjang aliran sungai, diantaranya Desa Watuawu, Desa Kilo 9, Sayo, Kelurahan Gebang Rejo, Tarakan, Tagolu, hingga Bone Sompe.

Dari hasil investigasi lapangan, pemukiman warga terendam air walau tanpa hujan di daerah pesisir. Sementara, tidak ada laporan yang menunjukan bukti bahwa PT Poso Energy melakukan antisipasi atas kenaikan debit air sungai Poso.

“PT Poso Energy tidak ada kontribusi nyata bagi Kabupaten Poso, tetapi masa kami harus mendapatkan banjirnya. Masa kami cuma dapat susahnya saja. Jadi tolong pak Presiden perhatikan kami,” ujar Rizki. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *