Balai Besar TNLL Gelar Semiloka Penguatan Kurikulum Konservasi Bersama Dinas Pendidikan Sulteng, Poso dan Sigi

oleh -
Kegiatan semiloka penguatan kurikulum konservasi Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) yang melibatkan Dinas Pendidikan dari Provinsi Sulteng, Dinas Pendidikan Poso dan Dinas Pendidikan Sigi. FOTO : ALSIH MARSELINA/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), menggelar semiloka penguatan kurikulum pendidikan konservasi untuk TNLL bertempat di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (25/11/2020).

Kepala Balai Besar TNLL, Ir. Jusman mengatakan, kegiatan semiloka itu merupakan bagian dari komponen program dalam pengembangan desain dan strategi edukasi formal yang disusun oleh pihak Balai Besar TNLL, pemerintah Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi melalui dinas pendidikan setiap kabupaten.

Pihak sekolah serta pihak desa ataupun kelompok konservasi masyarakat yang terlibat,<span;> bertujuan untuk membangun pemahaman bersama mengenai kurikulum muatan lokal dan dukungan pemerintah setempat.

Jusman berharap, melalui semiloka penguatan kurikulum korservasi ini akan didapatkan kesepahaman dan komitmen antar Balai Besar TNLL dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi dan Poso.

“Dinas – dinas terkait yaitu Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi, Dinas Pendidikan Poso dan juga perwakilan dari sekolah-sekolah yang berada di sekitar TNLL,” ujar Jusman.

Seperti diketahui, luas dari TNLL mencakup kurang lebih 215.000 hektar dan itu sangat luas untuk menjaga TNLL agar tetap aman, sehingga komponen yang penting dan unsur yang terpenting dalam pengolahan TNLL adalah partisipasi dari masyarakat.

Kegiatan semiloka tersebut, dihadiri oleh guru-guru dari 10 perwakilan sekolah sekitar TNLL, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Poso dan Sigi serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, perwakilan masyarakat adat/masyarakat sekitar TNLL serta praktisi/pakar pendidikan.

“Kami berharap dengan kegiatan ini, kurikulum yang kami susun ini mulai sejak dini masyarakat sudah ditanamkan pemahaman, sehingga mereka menjadi lebih sadar dan turut berkontribusi dalam pelestarian Taman Nasional Lore Lindu ini.” tandasnya. SIL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *