Bahrizal Dari Desa Alindau, Sang Juara Yang Terlupakan; Berharap Bupati dan Gubernur Berikan Perhatian

oleh -
Sejumlah medali yang di raih oleh Bahrizal. FOTO : IST

Pergelaran Olimpiade Tokyo baru saja usai, dalam perhelatannya pesta olahraga multicabang berskala internasional yang diikuti oleh ribuan atlet itu dilakukan empat tahun sekali.

Oleh : Miftahul Afdal/Wartawan Sultengnews.com

Di Olimpiade Tokyo itu, Indonesia memiliki catatan sejarah baru dalam Cabang Olahraga Badminton Ganda Putri, Gerysia Polii dan Apriyani Rahayu yang memperoleh medali emas, sementara di Cabang Olahraga Angkat Besi (61 kg), Eko Yuli Irawan mendapatkan medali perak dan mendapatkan satu medali perunggu dari Cabang Olahraga Angkat Besi Putri (49 kg), Windy Cantika Aisah.

Kemudian, dalam Cabang Olahraga Angkat Besi (73 kg), Rahmat Erwin Abdullah, meraih medali perunggu. Begitu juga dengan Cabang Olahraga Badminton Tunggal, Anthony Sinisuka Ginting mendapatkan medali perunggu.

Sejalan dengan usaha yang didapatkan oleh para atlet tersebut, Gerysia Polii dan Apriyani Rahayu yang menjadi sorotan media dan warganet setelah mengalahkan pasangan China yaitu Chen Qingchen dan Jia Yifan. Keberhasilan itupun berbuah medali emas yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

Namun, dibalik itu prestasi yang mengharumkan nama negeri itu, ada sang juara yang terlupakan dari Desa Alindau, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

Bahrizal, Sang Juara Yang Terlupakan dari Kabupaten Donggala. FOTO : IST

Bahrizal begitu orang di kampung memanggilnya, merupakan seorang  honorer di Kantor Camat Sindue Tobata dengan gaji pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama keluarga.

Puluhan tahun silam, lelaki berusia 52 tahun itu merupakan seorang atlet yang sangat berprestasi di Cabang Olahraga Dayung.

Adapun prestasi yang Bahrizal pernah dicapai semenjak dirinya masih mengikuti beberapa kejuaraan olahraga yaitu:

  1. Sea Games 1995 Thailand (Medali Emas)
  2. Kejuaraan Internasional Singapore 1993 (Medali Emas)
  3. Kejuaraan Internasional Cina 1997 (Medali Perak dan Perunggu)
  4. Kejuaraan Internasional Indonesia 1997 (Medali Emas)
  5. Kejuaraan Internasional Malaysia (Medali Emas)
  6. Kejuaraan Dunia Hongkong 1995-1997 (Medali Emas)

Dari semua medali yang diperolehnya, dapat diketahui bahwa Bahrizal merupakan atlit yang sangat berprestasi dimasanya. Bahrizal sudah mengumpulkan 5 medali emas untuk Indonesia dan 1 medali perak dan 1 lagi medali perunggu di era Presiden Soeharto.

Atas semua pretaris yang diraihnya itu, tak heran jika Bahrizal dijuluki sebagai Raja Kano Asia dengan sejumlah prestasinya itu.

Sayangnya, prestasi itu tidak seiring dengan kondisi yang dialami oleh Bahrizal saat ini. Lelaki setengah abad itu tak sekuat dirinya semasa menjadi atlit. Dia pun harus menghidupi 5 orang anaknya dengan kondisi keuangan yang pas – pasan dari gaji honorernya.

“Kondisi beliau saat ini sudah tdak seperti saat beliau menjadi atlet, karena usia beliau suda 52 tahun,” ucap Alharjun Darwis Latada yang memposting Bahrizal di akun media sosialnya, Minggu (23/08/2021).

Bagi Bahrizal bekerja sebagai honorer belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama keluarga, sehingga dia juga menambah penghasilannya dengan cara bertani.

“Saat ini aktifitas beliau selain honorer di Kantor Camat Sindue Tobata, beliau juga bertani untuk menambah penghasilan,”ujar Alharjun.

Ironisnya kata Alharjun, Sang Raja Kano itu pernah dijanjikan oleh pemerintah akan di angkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun sejak 2008 hingga ini, ungkapan itu hanya menjadi janji manis yang tidak terealisasi sampai sekarang.

“Beliau berharap agar bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, karena memang dari dulu beliau sudah beberapa kali di janjikan untuk di angkat menjadi PNS tapi sampai sekarang beliau belum juga terangkat,” sebutnya.

Kini hari – hari Bahrizal dijalani apa adanya, seraya berharap ada malaikat yang datang kepadanya untuk memberikannya rezeki berupa pengakatannya menjadi PNS sesuai janji pemerinta kepadanya, karena pretasinya yang telah mengharumkan nama Indonesia dan Suteng khususnya dikancah Internasional.

Semoga saja Buati Donggala, Drs. Kasman Lassa, SH atau Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura yang dikenal dekat dengar rakyat dapat melihat langsung kehidupan Bahrizal, sehingga hati kedua kepala daerah itu tergugah dan memberikannya rezeki menjadi PNS atau rezeki dalam bentuk lainnya. Waulahu A’lam Bissawab.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.