Baca Pesan Penting Gubernur Terkain Vaksin Jika Tak Ingin Menyesal

oleh -
Gubernur Sulawsi Tengah, H. Rusdy Mastura. FOTO : MAHFUL/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Gubernur Sulawsi Tengah (Sulteng), H. Rusdy Mastura menyampaikan pesan penting terkait vaksin yang selama ini dikhawatirkan masyarakat, karena terlalu banyaknya hoax tentang vaksin yang masuk ke indonesia.

“Saya ini, sudah dua kali terkena Covid-19 sesuai hasil tes PCR. Pertama sebelum dilantik jadi gubernur, kedua setelah jadi gubernur. Tapi Alhamdulilah, saya kuat karena saya sudah divaksin,” ujar Gubernur Rusdy Mastura kepada sejumlah pimpinan media baik cetak, elektronik dan siber (online) di ruang kerjanya, Senin (2/8/2021) lalu.

Menurut gubernur, saat terkonfirmasi covid-19 pertama dulu, dia benar – benar merasakan kesusahan seperti sesak nafas, batuk dan tubuh terasa deman. Saat itu, dia belum divaksin.

Namun setelah divaksi pertama dan kedua, lalu terkonfirmasi lagi Covid-19 pada 13 Juli 2021 lalu, gubernur mengaku tidak merasakan gejala apa – apa. Dia mengaku badannya sehat bugar seperti tidak terkena Covid-19.

“Itu artinya, vaksin sangat bermanfaat bagi tubuh kita untuk menangkal virus corona dalam tubuh kita. Buktinya saat kena kedua, tubuh saya tetap segar dan saya tidak merasakan gejala apa – apa, karena saya sudah divaksin. Jadi, masyarakat tidak perlu takut divaksin,” ujar gubernur.

Dikatakan, memang orang yang sudah divaksin bisa saja tetap terpapar Covid-19 jika tidak mematuhi dan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Namun jika memang terpapar, tubuhnya akan kuat menahan virus itu karena di dalam sudah ada vaksin.

“Jadi tidak usah takut vaksin, biar kalau terpapar Covid-19 kita tetap kuat karena tubuh kita sudah terbentuk antibody yang bisa menangkal virus,” tegas orang nomor satu di Sulteng ini.

Sebagaimana diketahui, saat ini hoax tentang vaksin masih saja terus dihembuskan baik secara langsung dari mulut ke mulut, maupun melalui media sosial yang begitu gencar dilakukan oleh sesama masyarakat.

Misalnya, ada yang menyebutkan orang yang sudah divaksin akan mati dua tahun kemudia. Ada juga yang mengatakan, warga yang setelah divaksin langsung kejang – kenag dan meninggal, padahal sebelumnya tidak apa – apa, serta berbagai hoax lainnya yang akhirnya membuat masyarakat takut untuk divaksin.

Namun setelah adanya isu bahwa semua pelayanan pemerintahan akan meminta kartu vaksin minimal vaksin pertama, akhirnya masyarakat berbondong – bondong mencari tempat pelaksanaan vaksin. Bahkan tingginya antusias masyarakat untuk vaksin, membuat stok vaksin di Kota Palu habis.

Kini pemerinta baik Provinsi Sulteng, maupun kabupaten/kota sedang mengupayakan kembali stok vaksin dari Pemerintah Pusat. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.