Ayah dan Anak di Parimo Tertangkap Karena Ilegal Fishing

oleh -

Kasat Polair Sunarto memoerlihatkan contoh bom rakitan yang digunakan ketiga pelaku untuk menangkap ikan di Dusun Moin, Desa Palapi, Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong, Senin (17/272020). FOTO : INTAN/SULTENGNEWS.COM

PARIGI, SULTENGNEWS.COM – Gabungan Satpolair Res Parimo bersama Abk kapal Ditpolairud Mabes Polri KP Belibis 5007 menangkap tiga pelaku pemboman ikan di wilayah Dusun Moian, Desa Palapi, Kecamatan Taopa sebanyak tiga orang.




Hal itu diungkapkan Kasat Pol Air Sunarto, Senin (17/2/2020) saat konfrensi pers yang berlangsung di Halaman Polres Parimo dalam rangka pengungkapan keberhasilan tiga kasus yakni narkoba, curanmor dan bom ikan selama bulan februari di wilayah Parimo.

Ketiganya yakni berinisal HD (33), AD (14) dan RK (12). Khusus RK, ayah dan kakaknya sudah ditangkap sebelumnya Maret 2019 dan saat ini berada di Lembaga Pemasyarakatan Olaya dengan kasus yang sama ilegal fishing dengan cara membom ikan.

Sejumlah barang bukti pelaku ilegal fishing yang berhasil diamankan Satpolair Reskrim Parigi Moutong. FOTO : INTAN/SULTENGNEWS.COM

“Sebelumnya ayah dan kakaknya ditangkap sekarang anaknya juga. Kabarnya anaknya meneruskan pekerjaan itu,”ujar Sunarto.

RK dan dua orang lainnya berhasil diamankan dengan sejumlah barang bukti yakni bom rakitan siap pakai, kaca mata menyelam, selang dan lain – lain.

Untuk penanganan lebih lanjut saat ini RK dan AD karena masih di bawah sudah dikembalikan ke pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan hukum lebih lanjut.

Namun menurut Sunarto, RK dan AD akan mendapatkan penanganan Peradilan Anak yang akan ditangani tim khusus terkait kasus tersebut.

Tahun 2018 Sat Polair Res Parimo berhasil mengungkap dua kasus ilegal fishing. Tahun 2019 tidak ada dan dilanjutkan pada tahun 2020 yakni penangkapan tiga pelaku sebagaimana yang telah diuraikan.

Diungkapkannya, selama ini dalam pengungkapan kasus ilegal fishing di perairan wilayah Parimo. Pihaknya masih terkendala dengan peralatan seperti perahu.

“Sebab perahu yang selama ini kami gunakan kalah jauh mesinnya dengan para ilegal fishing. Makannya sulit untuk mengejar,”terang Sunarto.




Namun bagi dia, kekurangan tersebut bukan menjadi kendala baginya untuk menangkap para pelaku.
Agar pengungkapan kasus lebih efektif mereka melakukan penyamaran menjadi nelayan.

Menanggapi kasus ilegal fishing tersebut, Kapolres Parimo, AKBP Zulham Efendi Lubis, SIK mengatakan rata-rata dari pelaku kejahatan itu erat kaitannya dengannya masalah ekonomi.

“Yang pasti ini berhubungan dengan masalah ekonomi,”tutup Zulham. INT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *