Awal Oktober, SD dan SMP Bisa Belajar Tatap Muka

oleh -

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pembukaan sekolah tatap muka sekolah di tingkat SD dan SMP akan dilakuian awal Oktober 2020 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kota Palu, Ansyar Sutiadi mengungkapkan, pembukaan sekolah tatap muka itu berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri dimana dalam SKB itu menyebutkan sekolah-sekolah yang berada di zona kuning dan hijau dapat melakukan pembelajaran tatap muka.

Demikian juga surat edaran dari Gubernur Sulawesi Tengah, memperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka di zona kuning dan hijau di Sulawesi Tengah, serta surat edaran Walikota yang mengacu pada Surat edaran Menteri dan Gubernur Sulawesi Tengah.

“Untuk jenjang SD, ada 15 sekolah dan untuk jenjang SMP ada 12 yang rencananya sudah mulai tatap muka awal Oktober 2020,” ungkap Ansyar.

Dia mengungkapkan, adapun tahapan-tahapan mulai dari sosialisasi, protokol pendidikan, protokol kesehatan terhadap guru dan tenaga pendidikan, sosialisasi para orang tua peserta didik dan melakukan stimulasi kepada pihak sekolah dan kesiapan sarana.

Selanjutnya, dari pihak Disdikbud menunggu surat dari masing-masing kepala sekolah terkait kesiapan, sehingga surat ini nanti di bawa ke Gugus Tugas dan apabila dirokumendasikan oleh Gugus Tugas, maka sekolah tersebut sudah bisa aktif dalam pembelajaran tatap muka.

Ansyar menambahkan setelah melakukan stimulasi metode pembelajaran tatap muka ini, harus sesuai protokol kesehatan dan protokol kependidikan.

“Dimulai dengan datang, mereka pengecekan suhu, masuk bilik disifektan, cuci tangan, sampai masuk kelas dan kodisi bangku pun berjarak,” tegasnya.

Pembelajaran untuk di jenjang SD dilakukan sift pagi dan siang dan jenjang SMP ada sift A dan Sift B yang belajar tatap muka permingguan, serta tidak diadakan ekstrakurikuler.

Ansyar meminta kepada semua pihak untuk tidak melanggar dan kedisiplinan warga sekolah untuk mematuhi protokol kesehatan dan protokol pendidikan.

“Jika terjadi pelanggaran terhadap peserta didik, akan diberi tegur sebanyak dua kali dan langsung dipulangkan belajar daring kembali dan diberikan surat ke oranng tua peserta. Bgitu juga pihak sekolah yang melanggar, maka akan di larang mengajar secara tatap muka dan kembali mengajar secara daring,” tutupnya. RDL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *