Aturan Pasang Media Reklame Tidak Diperkenankan di Perempatan Jalan

oleh -
Sejumlah Media Iklan dipasang di perempatan jalan yang ada di kota Palu. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Meskipun Pemerintah Kota Palu masih menunggu dikeluarkannya Perwali Tentang Bangunan Media Reklame dalam waktu dekat akan disahkan oleh Wali Kota Palu, setelah melalui proses dan tahapan yang telah dilalui.

Namun yang terpenting dalam bahasan aturan tentang bangunan media reklame yakni tidak ada pemasangan bangunan media reklame di perempatan atau di simpang jalan yang ada traffic lightnya, termasuk pula di titik-titik atau lokasi yang dilarang pemasangan.

Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu Mohammad Rizal, mengatakan, untuk Perwali Kota Palu Tentang Bangunan Media Reklame sudah masuk di bagian bagian Hukum Setda Kota Palu kemudian Bagian Hukum Setda Kota Palu sudah berkoordinasi ke Biro Hukum Provinsi Sulawesi Tengah, untuk segera dan secepatnya disahkannya menjadi Perwali Kota Palu.

Di dalam muatan aturan Perwali tersebut, kata Mohammad Rizal, ada beberapa poin yang diatur diantaranya bangunan media reklame tidak diperkenankan lagi dipasang di perempatan jalan atau simpang jalan yang ada lampu traffic lightnya.

Mengapa demikian, lanjut Mohammad Rizal, hal ini tentu untuk mengurangi resiko konsentrasi penuh yang terbagi bagi pengguna jalan ketika berada dan berhenti di lampu traffic light.

“Sekarang proses Perwali kita sudah di bagian hukum, bagian hukum juga sudah berkoordinasi dengan biro hukum provinsi Sulawesi Tengah. Jika setelah dikembalikan ke kita dan tidak ada lagi yang perlu dibahas, maka dalam waktu dekat akan disahkan oleh Wali Kota Palu. Insya Allah jika tidak ada kendala dalam bulan Maret ini sudah klier soal Perwalinya,” kata Mohammad Rizal kepada SultengNews.com, Selasa (15/3/2022).

“Bahwa kita akan hindari sekarang di perempatan, dipersimpangan. Jadi, ada radius nanti dari persimpangan yang tidak boleh ada papan reklame. Karena kita anggap persimpangan itu tempat yang membutuhkan konsentrasi tinggi, sehingga kita berharap tidak ada gangguan yang menyita perhatian bagi pengguna jalan. Makanya dalam aturan itu kita akan hindari pemasangan media reklame di persimpangan,” sambung dia.

Selanjutnya, meskipun belum keluar Perwali Kota Palu namun dari Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, telah melakukan komunikasi-komunikasi atau himbauan yang baik kepada seluruh pihak, untuk sebaiknya dengan tidak lagi membangun atau menggunakan lokasi atau titik yang didalam Perwali aturan tersebut dilarang untuk pemasangannya.

“Sekarang dari teman-teman pengendalian sudah jalan. Papan media reklame yang di duga tidak berizin itu kita tempel semua, tentang pemberitahuan, kemudian kita menghimbau mereka juga untuk mengurus izin,” sebutnya.

Dia menambahkan, jika nantinya Perwali sah untuk dijadikan dasar dalam penertiban bangunan media reklame, maka pihaknya bersama dengan instansi terkait langsung melakukan penertiban tanpa ada negosiasi atau komunikasi dengan pemilik bangunan media reklame lagi.

“Karena kalau sudah dikeluarkan Perwali, kita langsung lakukan penertiban. Di penertiban tidak ada lagi himbauan atau sosialisasi, arahnya eksekusi dimana bangunan yang melanggar untuk ditertibkan,” kata Rizal.

Untuk itu, kepada pemilik bangunan media reklame baik yang berizin maupun yang tidak berizin, untuk segera memahami tentang aturan yang sudah dikeluarkan dengan tidak lagi menempatkan bangunan media reklame yang jauh hari sebelumnya telah dilakukan sosialisasi atau himbauan kepada masyarakat kota Palu.

“Termasuk bagi pemilik bangunan media reklame yang tidak berizin untuk melakukan proses izinnya,” tegas Rizal.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.