ASN di Palu Tolak RUU PKS

oleh -

Sejumlah massa aksi saat berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulteng menolak Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). FOTO : JABIR MOH. YAMIN/SN

PALU, SULTENGNEWS.com – Aliansi Selamatkan Negeri (ASN) yang merupakan gabungan beberapa Organisasi Kemahasiswaan di Palu, berunjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) di depan Kantor DPRD Sulteng, Kamis (25/7/2019).

Sejumlah organisasi tersebut yakni, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Palu, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sulteng, Pelajar Islam Indonesia (PII) Sulteng dan DEMA IAIN Palu.

“RUU ini bertentangan dengan syariat. Secara kasat mata, RUU ini mendukung atau melindungi perempuan. Tapi setelah dikaji, ini justru bisa jadi melegalkan zinah atau pro terhadap zinah,” ujar salah seorang mahasiswa bernama Khairunnisa saat berorasi.

Koordinator Lapangan (Korlap) dari Korps HMI Wati (KOHATI) Palu, Nuranita dalam orasinya mengatakan, RUU PKS bukan solusi untuk indonesia.

“RUU PKS adalah salah satu bukti bahwa tidak ada keadilan di dalamnya. RUU PKS hanya melindungi satu kelompok saja, tetapi merugikan banyak kelompok terutama perempuan. RUU PKS bukanlah solusi untuk Indonesia, bukan solusi untuk perempuan,” teriaknya saat berorasi.

Setelah beberapa saat berorasi, massa aksi akhirnya ditemui sejumlah Anggota DPRD Sulteng dan berdialog dengan massa aksi.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Zaenudin Tambuala dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyampaikan bahwa partainya sangat menolah RUU PKS itu.

“Kami sangat mengapresiasi aksi ini, karena itu mari kita dorong terus karena ini adalah perjuangan kita,” ujarnya.

Setelah puas berdialog dengan perwakilan Anggota DPRD Sulteng, massa aksi akhirnya membubarkan diri secara tertip pada pukul 15.30 Wita. JMY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *