Asgar Djuhaepa Mampu Selesaikan Pembenahan PTPS Dalam Waktu Satu Bulan

oleh -
Pejabat PT Pembangunan Sulteng, Asgar Djuhaepa. FOTO : MAHFUL/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Asgar Djuhaepa benar – benar menunjukan kinerja dalam membenahi PT Pembangunan Sulteng (PTPS), sesuai amanat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada tanggal 9 Juli 2021 lalu yang diberikan kepadanya.

Dalam RUPS-LB PTPS pada 9 Juli lalu, ada tiga poin penting yang diamanatkan kepada Asgar Djuhaepa untuk segera dibenahi dalam waktu tiga bulan, sesuai keputusan Gubernur Sulteng, H. Rusdy Mastura saat menunjuk dirinya sebagai pejabat sementara PTPS.

Pertama, memperbaiki manajemen PTPS dengan mempersiapkan proses transisi dari manajemen lama ke manajemen baru dalam rangka mempercepat kinerja PTPS.

Untuk tugas pertama ini, Asgar Djuhaepa telah melakukan komunikasi dengan direksi lama PTPS untuk segera menyerahkan laporan keuangan, laporan aset, utang – utang dan pekerjaan yang sedang berjalan.

Namun sampai saat ini kata Asgar, dirinya belum mendapatkan semua laporan itu dari direksi lama. Tapi tugas itu sudah dia selesaikan, tinggal menunggu laporan dari direksi lama.

“Untuk pekerjaan yang sedang berjalan jika memang ada, akan kita lihat dulu apakah masih layak diteruskan atau tidak,” ujar Asgar Djuhaepa saat ditemui di kantornya Rukan D’ Watulemo Jalan Moh Yamin, Rabu (28/7/2021).

Kedua, memastikan pemisahan tanggungjawab dari direksi lama PTPS dengan direksi baru PTPS, sehingga tidak membebani kinerja direksi baru.

Untuk tugas kedua ini, dirinya telah menyurat ke Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah untuk melakukan audit keuangan, audit aset, serta audit kinerja agar tidak membebani direksi baru.

“Sebagai bentuk pemisahan tersebut, kami tidak berkantor di kantor PTPS, tapi berkantor di sini (Rukan Donggi Senoro). Kita berikan kesempatan kepada direksi lama, untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya untuk diserahkan kepada manajemen baru,” terang Asgar.

Ketiga, membentuk anak perusahaan dibawah naungan PTPS sebagai holding company.

Untuk tugas ini, Asgar mengaku telah membuat tujuh anak perusahaan yang disesuaikan dengan kekayaan alam di Sulteng. Tujuh perusahaan itu, telah didaftarkan ke Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan telah mendapatkan persetujuan.

“Alhamdulilah, semua poin – poin dari amanat RUPS-LB yang diamanatkan kepada saya, sudah selesai semua dalam waktu satu bulan. Saya berharap minggu pertama atau minggu kedua Agustus nanti, sudah bisa RUPS-LB untuk menetapkan jajaran komisaris dan direksi baru PTPS,” terangnya.

Mantan Anggota DPRD Sulteng ini menjelaskan, dalam perjalanan mempersiapkan manajemen baru PTPS, dirinya memberikan dulu kerangka besar dan berfikir management holding company.

“Ada tiga holding company yakni sistem investsi, sistem operasional dan sistem management strategic. Kita mengambil management strategic, sehingga bisa mengontrol anak – anak perusahaan. Sekarang kerangka management holding company itu sudah kita siapkan,” jelasnya.

Manajemen baru ini katanya, dirancang dengan manajemen baru yang lebih profesional guna menggali potensi kekayaan dan sumber daya alam yang dimiliki Sulteng terutama di bidang migas, nikel, emas, molibdenum, galena, kapur, kramik, marmar, sirtu, pasir besi, biji besi, pasir kuarsa, perkebunan atau argo sarana.

Dibidang perikanan yakni cumi – cumi, lobster dan tambak udang. Untuk cumi – cumi dan lobster sudah ada investor yang ingin masuk yakni dari jepang dan china. Kemudian perusahaan jasa – jasa.

“Kita membutuhkan satu perusahaan jasa tersendiri, melakukan maitenance dan menggandeng asosiasi catring untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, sehingga setara dengan perusahaan besar yang ada di morowali,” katanya.

Saat ini lanjut Asgar, dirinya bersama tim asistensi yang ditunjuk gubernur lagi konsen mempersiapkan jajaran komisaris dan direksi baru PTPS.

“Kita harus memilih orang yang betul – betul profesional, sehingga rekrutmen komisaris dan dewan direksi di PTPS harus jelas yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi sumber daya alam di daerah kita,” terangnya.

Untuk penyiapan direksi baru PTPS ini, dirinya telah menyurat ke Biro Perekonomian Sekretariat Kantor Gubernur Sulteng agar segera membentuk panitia seleksi untuk merekrut jajaran komisaris dan direksi baru PTPS.

“Yang kita butuhkan harus sesuai dengan sumber daya alam di darah kita, sehingga kita berharap kepada panitia seleksi harus lebih ketat. Kalau istilah saya, seperti pemain bola sudah siap pakai. Hal itu yang kita butuhkan,” tegasnya.

Asgar berharap, semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama Biro Perekonomian bisa segera membentuk panitia seleksi direksi baru PTPS, sehingga awal Agustus atau minggu kedua Agustus sudah bisa dilakukan RUPS-LB untuk menetapkan jajaran baru komisaris dan direksi PTPS, agar segera bisa melakukan tugas – tugasnya.

“Kita membutuhkan orang – orang dari PTPS sebagai perwakilan pemerintah, saat pendirian anak perusahaan. Karena itu, kita berharap agar segera dilakukan RUPS-LB untuk menetapkan jajaran komisaris dan direksi baru PTPS, karena orang – orang itulah yang akan mewakili PTPS saat pendirian anak – anak perusaan di bawah naungan PTPS,” tandasnya. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.