Aset Ditukar Dengan Dua Kelurahan, Perindo : Bupati Donggala Suka Tambangnya

oleh -

PALU, SULTENGNEWS.COM – Berkaitan dengan usulan
Bupati Donggala, Drs. Kasman Lassa, SH.,MH kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palu agar semua aset Pemda Donggala di Palu bisa diserahkan ke Pemkot Palu, namun dengan syarat dua kelurahan di Palu pindah menjadi wilayah Donggala ditanggapi oleh Partai Perindo.

Ketua DPD Partai Perindo Kota Palu Andri Gultom mengatakan keinginan Bupati bakal di tolak oleh masyarakat dua kelurahan yakni Watusampu dan Buluri, serta akan menimbulkan permasalahan baru.

“Saya pikir apa yang diinginkan Bupati Donggala adalah hal yang sulit dilakukan. Kita berharap agar Pemkot Palu menolak tawaran itu, ” kata Andri Gultom kepada wartawan, Kamis,(17/9/2020).

Menurutnya, Bupati Kasman tertarik dengan dua kelurahan itu dikarenakan wilayah tersebut merupakan wilayah tambang galian C dan bisa memberikan dampak peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pak Kasman sukanya mungkin karena ada tambangnya, ” tambahnya.

Jika tawaran itu diterima, maka tentu katanya akan mencederai harapan masyarakat dua kelurahan tentang pelayanan pemerintahan yang mudah dan baik.

“Kita bisa bandingkan bagaimana pelayanan pemerintahan di Palu ini sangat baik, kesehatannya gratis, pendidikan nya gratis, mana mau rakyat kita di pindahkan di Donggala, ” ujarnya.

Diketahui, keinginan itu dikemukakan Walikota Palu, Drs. Hidayat, M.Si usai menghadiri rapat koordinasi terkait aset di ruang polibu Kantor Gubernur Sulteng, Rabu (16/9/2020).

“Saya kira ini akan memerlukan waktu yang sangat panjang. Bupati Donggala bersedia menyerahkan semua aset-aset ke pemerintah Kota Palu, namun harus ditukar dengan dua kelurahan. Masalahnya, apakah warga di dua kelurahan itu bersedia wilayah itu pindah ke Donggala. Saya kira, ini menjadi alasan yang rumit,” ungkap Wali Kota Palu.

Orang nomor satu di Kota Palu ini menjelaskan, Pemkot Palu memang butuh beberapa aset Pemda Donggala untuk menjadi kantor. Namun jika syaratnya harus melepas dua kelurahan ke Donggala sebagai tukar guling, hal itu tentu bukan lah sesuatu yang mudah.

“Bagi kami di Pemkot Palu, kepentingan masyarakat jauh lebih utama untuk diperjuangkan, ketimbang memintai kantor,” tegasnya. RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *