Aristan-Wahyuddin Bantu Masyarakat Kota Palu Tak Berpenghasilan Lewat Padat Karya

oleh -
Calon Walikota dan Wakil Walikota Palu nomor urut 01 Aristan-Wahyuddin saat kampanye tatap muka. IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Setiap pertemuan tatap muka bersama masyarakat, Aristan dan Wahyuddin selalu menyampaikan gagasanya tentang padat karya, di Palu Barat, Kota Palu, Sabtu (28/11/2020).

“Dengan adanya padat karya Pemerintah Kota Palu bisa membantu kesejahteraan masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap,”ujar Calon Walikota Palu, Aristan.

Menurut Aristan, di situasi krisis seperti ini banyak masyarakat yang menjadi rentan, apalagi Kota Palu mengalami dua kali bencana yaitu bencana alam dan wabah. Dari bencana tersebut banyak masyarakat kehilangan pekerjaa. Terlebih lagi, pandemi sekarang ini, masyarakat banyak yang dirumahkan, bahkan ada yang di PHK secara sepihak.

Oleh karena itu, kata Aristan, dengan adanya padat karya, paling tidak, masyarakat bisa menjalani hidup ditengah resesi ekonomi.

Aristan mengaku, memiliki strategi dalam menghadapi resesi ekonomi, yaitu dengan mensubsidi rakyat. Salah satunya melalui padat karya. Aristan-Wahyuddin berjanji akan mengembalikan padat karya seperti eranya Rusdy Mastura.

Aristan menerangkan, akan mengembalikan upah padat karya sebanyak Rp. 600.000, bagi Aristan, upah itu ideal sesuai dengan kekuatan APBD Kota Palu. Namun, Aristan tidak menjanjikan yang berlebihan kepada masyarakat. Hanya karena ingin terpilih menjanjikan yang menggiurkan, ketika jadi pemerintah semua itu buyar.

Sementara, Calon Wakil Walikota Palu Wahyuddin mengungkapkan, solusi dirinya bersama Aristan merupakan solusi yang rasional. Pasangan ini, nantinya menggunakan kekuatan APBD Kota Palu untuk mensejahterakan masyarakat.

Terkait padat karya, ungkap Wahyuddin, akan menambah jumlah pesertanya menjadi 6000 orang. Alasanya, ingin menyasar masyarakat miskin yang memiliki penghasilan tidak tetap dan yang dirumahkan atau dipecat dari pekerjaan mereka akibat covid 19.

“Walaupun upah padat karya tidak mencapai 1 juta per bulan, setidaknya dengan jumlah pesertanya yang ditambah, Aristan dan Wahyuddin yakin, kedepan masyarakat miskin bisa menyambung hidup ditengah resesi ekonomi sekarang ini,”ungkapnya.

Wahyuddin juga menambahkan, padat karya ini, diperuntukan bagi masyarakat yang masih produktif bekerja, untuk lansia, dia bersama Aristan akan memberikan tunjangan sendiri kepada masyarakat tersebut.

“Dan ini untuk lansia yang berada di keluarga ekonomi lemah. Pada lansia ini, tidak perlu padat karya, usia mereka sudah lanjut, lansia mesti dihormati masa tuanya dengan memberikan mereka tunjangan hidup agar mampu menjalani sisa hidupnya bersama keluarga tercinta mereka masing-masing,”tandasnya. RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *