Anwar Hafid : Morut Harus Pembatasan Sosial Berskala Besar Plus

oleh -
Anggota DPR RI, Drs. H. Anwar Hafid, M.Si

JAKARTA, SULTENGNEWS.COM – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulteng, Drs. H. Anwar Hafid, M.Si mengusulkan Kabupaten Morowali Utara (Morut), dilakukan pembatasan sosial berskala besar menyusul hasil swab Bupati Morut Ir. Aptripel Tumimomor MT terkonfirmasi positif terjangkit virus corona atau covid – 19.

“Kalau bagi saya, Morut harus bembatasan sosial berskala besar plus. Kenapa plus, karena harus dibatasi juga orang yang masuk atau keluar dari Morut,” ujar mantan Bupati Morowali dua periode ini kepada sultengnews.com pada Sabtu (4/4/2020).

Hal itu kata Anwar Hafid, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid 19.

Selain mengusulkan pembatasan sosial berskala besar plus, Anwar Hafid juga menyampaikan beberapa hal yang penting untuk dilakukan setelah Bupati Morut Almarhum Ir. Aptripel Tumimomor terkonfirmasi positif corona.

“Pertama, kita tidak boleh main – main dengan wabah ini, karena secara manusiawi pejabat negara seperti beliau tentu dari sisi kesehatan dan sebagainya pasti terjaga,” ujar Anwar Hafid.

Kedua, dengan positifnya Bupati Morut covid 19, maka kewaspadaan kita harus lebih di tingkatkan. Ketiga di harapkan siapaun yang pernah berhubungan dengan beliau sepuluh hari terakhir agar secara sadar periksakan diri dan kedua karantina mandiri dulu.

“Pemda Morut harus bersiap utamanya RSUR Morowali sebagai rumah sakit rujukan covid – 19 agar mempersiapkan alat pelindung diri bagi petugas medis dan kesehatan baik di rumah sakit, maupun puskesmas,” jelasnya.

Keempat, sebaiknya Morut khususnya Kolonedale, diusulkan untuk diperlakukan pembatasan sosial berskala besar plus.

“Plusnya itu adalah termasuk pembatasan orang keluar masuk morut dan diperketat,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Morut, Aptripel Tumimomor MT yang meninggal di Rimah Sakit DR. Wahidin Makassar pada Kamis, 2 April pukul 22.30 Wita, terkonfirmasi positif terjangkit virus corona.

Hal itu diketahui, setelah tim Medis RSUP DR Wahidin Sudirohusodo memastikan sampel swab Bupati Morowali Utara itu positif terjangkit virus corona atau Covid-19. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *