Anwar Hafid : Caleg Demokrat Tidak Bisa Tiba Masa Dan Tiba Akal

oleh -
Ketua DPD Demokrat Sulteng, Anwar Hafid saat wawancara dengan sejumlah media di Swiss-Belhotel. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menyebut Calon Legislatif (Caleg) berasal dari Partai Demokrat yang ikut bekontestasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 mendatang, tidak bisa tiba masa dan tiba akal.

“Jadi seorang Caleg ini tidak bisa tiba masa tiba akal,”ucap Anwar Hafid selepas pelantikan DPD Demokrat di SwissBell Hotel, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (8/10/2021).

Anggota Komisi II DPR RI itu mengatakan, semua Caleg yang berasal dari Demokrat harus memiliki persiapan khususnya basis massa.

“Mereka tentu harus punya persiapan, pertama bagaimana dia memiliki basis di masyarakat untuk bisa punya basis di masyarakat itu tidak bisa hanya (sekedar mencalonkan). Kita bisa uji itu orang punya basis di masyarakat, kita bisa uji,”terangnya.

“Apakah dia satu dusun, satu desa atau kelurahan karena setiap orang masing-masing punya basis,”lanjutnya.

Lebih lanjut, Anwar Hafid menyebut, Demokrat mewajibkan bagi para Caleg untuk mengumpulkan Karta Tanda Penduduk (KTP) di basis masyarakatnya.

“Untuk mengetahui basis kita nanti wajibkan mengumpulkan KTP,”sebut politis Demokrat tersebut.

Anwar Hafid juga mengatakan, KTP yang perlu dikumpulkan oleh Caleg sebanyak 200 KTP bahkan lebih. Alasan pengumpulan KTP itu untuk mengetahui jumlah basia masyarakat yang di miliki Caleg dari Demokrat.

“Jadi satu orang calon itu harus minimal 200 (KTP) di tingkat kabupaten, sehingga kita menganggap itulah basisnya dia, kalau 200 kali 2 kan 400 apalagi kalau kali tiga,”jelasnya.

“Itulah syarat-syarat yang yang kita lakukan,”pungkasnya.

Anwar Hafid mengungkapkan, Caleg tidak hanya sekedar bisa mengumpulkan dan memilki basis di masyarakat. Tapi Demokrat juga perlu memandang bagaimana perlakuan Caleg kepada pendukungnya.

“Kedua bagaimana kemampuan dia memobilisasi kekuatannya itu, contohnya seperti atribut. Apalagi di masa pandemi ini, ada tidak yang dia sudah perbuat untuk masyarakat. Misalnya kalau dia kelebihan rezekinya bagi-bagi sembako,”tutupnya.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.