Anwar Hafid : Ada Mafia Tanah Yang Berbahaya di Pertanahan

oleh -
Anggota DPR RI, Anwar Hafid saat reses di Cafe Kapeo, Kota Palu. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Keberadaan mafia tanah sampai dengan saat ini menjadi masalah yang dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah.

Pemberantasan mafia tanah menjadi perhatian penting bagi Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan pihak kepolisian, begitu pun dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) di Komisi II yang membidangi pertanahan.

“Jadi bapak ibu persoalan pertahanan, kemarin kami berhasil menolak rencana Menteri Agraria (ATR/BPN) untuk memperlakukan sertifikat elektronik karena itu sangat berbahaya bagi daerah kita,”ujar Anggota DPR RI, Anwar Hafid saat reses di Cafe Kapeo, Kota Palu, Selasa (27/04/2021).

“Mafia tanah sangat besar hari ini. Mafia tanah itu sedangkan yang manual mereka bisa ganti apa lagi kalau yang elektronik dengan teknologi tinggi mereka bisa saja mengganti itu,”sambungnya.

Namun, sertifikat tanah tersebut tidak jadi diberlakukan Kementerian ATR/BPN karena adanya upaya penolakan dari DPR RI Komisi II yang melihat bahaya kehadiran sertifikat elektronik.

“Alhamdulillah sudah keluar Peraturan Menteri kita komisi 2 sepakat menekan menteri untuk menolak jadi menteri menarik kembali surat itu,”ucapnya.

Bahkan, kata Anwar, mafia tanah sangat berbahaya. Pasalnya, sertifikat yang disimpan di rumah pun dapat diperjual belikan dengan cara pemalsuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akte kelahiran.

“Yang paling berbahaya di bidang pertanian itu adalah mafia tanah jadi mafia tanah itu mungkin di Palu Tidak terlalu tapi kalau di Jakarta kita punya sertifikat tanah di rumah itu bisa saja sampai diperjualbelikan di luar jadi dengan cara menjiplak KTP dan akte kelahiran,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *