Ano dan Kepemimpinan Taransformasional

oleh -
Sudaryano Lamangkona.FOTO :IST

“Transformational leaders transform the personal values of followers to support the vision and goals of the organization by fostering an environment where relationships can be formed and by establishing a climate of trust in which visions can be shared”. (Gill et al, 2010)

Oleh : Yulizar Pramudika Tawil

Pada Jumat, 15 Oktober 2021 di The Trans Luxury Hotel Bandung,Sudaryano Lamangkona meraih penghargaan Inspiring Profesional dan Leadership Award 2021

Penghargaan tersebut diberikan kepada “Ano” Sapaan kecilnya, berdasarkan penilaian dari tim Juri Indonesia Awards Magazine yang bertajuk 3.0 Award Trend Summit.

Penghargaan ini diberikan kepada pimpinan instansi pemerintah/non pemerintah, birokrat, maupun politisi berprestasi atas usahanya meningkatkan kinerja melalui implementasi sistem dan kepemimpinan yang baik.

Dari pengamatan Personal, Apresiasi tersebut tidak berlebihan atau wabil khusus ” The Great choices”. alasan yang melatarbelakangi statement  di atas adalah beberapa track record yang  di buat oleh  ” Ano” sebagai sebuah Legacy dari berbagai instansi yang pernah ia nahkodai.

Hal ini seyogiyanya selaras dengan konsepsi kepemimpinan transformasional (transformational leadership)Danim (2004:54), istilah transformasional berinduk dari kata to transform, yang bermakna mentransformasilkan atau mengubah sesuatu menjadi bentuk lain yang berbeda,

“Ano” sebagai figur pemimpin transformasional mampu mentransformasikan secara optimal sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang bermakna sesuai dengan target yang telah ditentukan, salah satu contoh kongkrit, lihat saja pemadam kebakaran yang secara kasat mata tidak pernah absen dari berbagai kegiatan – formil dan non formil, secara kasat mata lembaga ini tengah berupaya menuju pada tahap Professionalisme birokrasi modern. Tentu tangan dingin Ano tdak terhindarkan dari hal ini.

Ano Lamangkona, sebagai administrator Publik merupakan salah satu contoh, bahwa  prinsip leadership itu bukan hanya memerintah, tetapi bagaimana keselurahan tugas yang di kerjakan oleh staff  merupakan hal yang sukarala di kerjakan, karena Organasisi di tempatkan bukan sebagai wadah, tapi lebih pada sebuah Nilai. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.