Anleg Parimo : Duga Penyebab Banjir Bandang di Desa Ogotumubu Akibat Penebangan Liar

oleh -
Anleg DPRD Kabupaten Parimo, Nur Asia. FOTO : IST

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Anggota legislatif (Anleg) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Nur Asia menduga terjadinya banjir bandang tiga kali berturut-turut di Desa Ogotumubu, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parimi, Sulawesi Tangah, diakibatkan penebangan liar atau disebut juga illregal logging yang belum terdeteksi di tengah hutan.

“Banjir yang terjadi khususnya di sungai Ogotumubu, hal yang semua orang tidak menghendaki terjadi karena selama ini tidak sebesar itu debitnya. Hanya saja saya menduga mungkin ada aktifitas penebangan hutan di gunung sana yang tidak terdeteksi,”ujar Nur Asia saat  dihubungi sultengnews, Senin (13/09/2021).

Nur Asia juga menilai banjir yang menerjang Desa Ogotumubu karena kondisi sungai yang mengalami pendangkalan.

“Di tambah lagi kondisi sungai sudah dangkal dan alurnya tidak terarah, hal itulah yang memperparah (sungai sehingga banjir),”ucapnya.

Nur Asia mengaku, sejak banjir pertama kali melanda Desa Ogotumubu, selaku perwakilan rakyat di lembaga legislatif dirinya sudah melakukan kordinasidengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parimo serta Anleg komisi 3 untuk mengawal proposal permohonan normalisasi sungai.

“Sejak kejadian banjir pertama saya selaku wakil rakyat dari Dapil 3, khususnya Kecamatan Tomini telah berupaya untuk menghubungi dan melaporkan hal itu kepada Bupati, Wabup, Kaban BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Kadis PUPR, Kadis Sosial, Ketua DPRD dan juga teman-teman di Komisi 3 yang bermitra dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait,dengan mengawal proposal permohonan normalisasi dari desa yang terdampak banjir,”sebutnya.

“Minggu lalu telah di lakukan normalisasi sungai dengan tujuan untuk meminimalisir dampak banjir, baru selesai di normalisasi terjadi banjir susulan yang ketiga kalinya. Normalisasi itu kalau tidak salah menggunakan dana ABT, meskipun anggaran belum ada, pihak BPBD dan Dinas PU mencari solusi agar excavator bisa bekerja, meskipun dengan dana yang terbatas,”terangnya.

Walaupun, kata Nur Asia, masyarakat menilai normalisasinya tidak berjalan maksimal. Akan tetapi Anleg telah berupaya bersama OPD terkait. Bahkan, dia juga mengatakan, soal pengawasan pihaknya sudah melakukan pemantauan dan koordinasi dengan Pemdes.

Lebih lanjut, Nur Asia menambahkan, titik yang di normalisasi untuk wilayah Kecamatan Tomini ada dua sungai sungai Desa Ogotumubu dan termasuk sungai Desa Tilung serta beberapa lokasi di kecamatan tetangga.

“Karena keterbatasan anggaran yang tersedia akibat refocusing karena pandemi Covid-19, maka kita pun harus memaklumi kondisi kemampuan anggaran daerah kabupaten kita. Berdasarkan instruksi Wabup kepada Kadis PU dan BPBD, tadi pagi (13/09/2021) Tim dari BPBD dan PU sudah ke lapangan melihat kondisi lapangan. Dari Dinas PU rencananya  akan merekomendasikan normalisasi dan pemasangan bronjong akan mereka lobi ke pihak provinsi,”jelasnya.

“Harapan saya kita semua bisa bersabar pemerintah bersama DPRD Kabupaten berupaya semaksimal mungkin untuk melobi semua pihak agar penanganan banjir bisa teratasi. Olehnya mari jaga alam kita, niscaya alam menjaga kita,”tutupnnya.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.