Angka Kemiskinan Sulteng Naik di Masa Pandemi

oleh -
ILUSTRASI KEMISKINAN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Kurang lebih 17 bulan sudah pandemi corona virus deases 2019 (Covid-19) mengurung Indonesia, sejak Presiden Jokowi mengumumkan untuk pertama kali dua WNI terpapar Covid-19 pada 2 Maret 2020.

Hampir semua sektor mati suri ketika penyebaran Covid-19 menunjukan peningkatan yang amat cepat, hal itu akhirnya berdampak pada perubahan kondisi keuangan masyarakat. Bahkan, sebagian masyarakat lainnya kehilangan mata pencahariannya.

Badan Pusat Statisti (BPS) Sulteng mencatat pada periode Maret 2020 hingga Maret 2021 lalu, angka kemiskinan di Sulteng mengalami pasang surut akibat pandemi Covid-19.

“Di bulan Maret kita terkait kegiatan program Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2021 itu, sangat banyak sekali indikator yang dihasilkan salah satunya angka kemiskinan. Angka kemiskinan sudah rilis tanggal 15 Juli Tahun 2021 terkait kondisi kemiskinan di Sulteng per Maret 2021,”ujar Kordinator Fungsi Statistik Sosial, Muhammad Fadlian Syah, S.ST, M.Si saat ditemui di ruangannya, Senin (06/09/2021).

Fadli panggilan akbrab Kordinator Fungsi Statistik Sosial mengatakan, sesuai data yang dimilikinya pada Maret 2021 presentase kemiskinan di Sulteng sebesar 13,00 persen. Sehingga, ada sebanyak 404.000  jiwa yang berada di kondisi kemiskinan. Apabila dibandingkan dengan September 2020 presentase kemiskinan sebesar 13,06 persen, maka sebelumnya terjadi kenaikan terhadap kondisi kemiskinan di Sulteng.

“Berdasarkan data susunan dinyatakan dalam Maret 2021, kemiskinan di provinsi Sulawesi Tengah persentase Penduduk miskin itu sebesar 13,00 persen dengan kata lain melihat jumlah absolut itu dapat dikatakan 404 ribuan jiwa sekitar 400,44 ribu orang kondisi ini. Kondisi ini jika kita bandingkan dengan kondisi September 2020, maka terjadi persentase tingkat kemiskinan di Sulteng dari 13,06 menjadi 13,00 jadi kenaikan sebesar 0,06 persen itu, jika di bandingkan September 2020,”jelasnya.

Fadli menerangkan, sejak terjadinya Coivd-19 di Sulteng, hal itu berdampak secara utuh terhadap naiknya presentase penduduk miskin. Dari data yang ada presentase penduduk miskin pada Maret 2021 terjadi kenaikan sebesar 13,08 persen.

“Tapi jika kita bandingkan dengan kondisi Maret 2020. Kalau di Sulteng itu masih tahap awal belum memasuki pandemi Covid-19, kalau tidak salah Covid-19 akhir Maret, maka di Sulteng itu terjadi kenaikan presentase penduduk miskin sebesar 0,08 persen dengan kata lain dibandingkan sebelum pandemi pada Maret 2020 dengan Maret 2021 terjadi kenaikan presentase kemiskinan sebesar 0,08 persen. Tetapi jika dibandingkan September 2020 terjadi penurunan sekitar 0,06 persen,”terangnya.

Meski demikian, angka kemiskinan di Sulteng dapat menurun. Kata Fadli, penurunan angka kemiskinan itu turun jika program pengentasan kemiskinan dari pemerintah berhasil dilaksanakan secara merata karena berbagai bantuan yang diberikan pemerintah memiliki dampak langsung kepada masyarakat.

“Penurunan ini bisa terjadi karena banyak hal berhasilnya program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui Bansos (Bantuan Sosial) akibat pandemi itu sudah mempunyai dampak langsung. Artinya September 2020 di mana terjadinya pandemi, makanya terjadi kenaikan Maret 2020 dengan September 2020 kenaikannya itu hampir 1,0 persen tapi karena banyak program pemerintah kemiskinan itu turun lagi di Maret 2021. Tetapi jika dibandingkan sebelum pandemi Maret 2020 masih terjadi kenaikan. Terlepas dari itu sudah signifikan artinya program bantuan yang diberikan pemerintah baik itu pemerintah pusat pemerintah provinsi dan Pemerintah kabupaten kota itu sudah mempengaruhi pada presentase tingkat kemiskinan,”tutupnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.