Anggota DPRD Sulteng Harapkan Regulasi Tak Mudahkan Beras Dari Luar Daerah Masuk ke Sulteng

oleh -
Anggota DPRD Sulteng, Tahir. IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Kebutuhan bahan pokok khususnya beras di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sulawesi Tengah (Sulteng) mencukupi hingga beberapa bulan kedepan.

Menurut Anggota DPRD Sulteng Tahir,  sejak puluhan tahun, Sulteng merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang tidak pernah kekurangan pangan khusus beras dan sering membantu daerah-daerah yang yang mengalami gagal panen. Bahkan, dalam PPKM sekalipun.

“Begitupun di masa PPKM  ini artinya Pemda (Pemerintah Daerah) Sulteng atau dinas terkait masi bisa mengatasinya,”ujar Tahir kepada sultengnews, Minggu (19/09/2021).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mengungkapkan, di Tengah situasi pandemi covid-19 sekarang, masyarakat diharapkan mematuhi semua aturan yg dikeluarkan oleh pemerintah sehubungan pelaksanaan PPKM.

“Semoga dengan kedisiplinan masyarakat diharapkan Sulawesi Tengah secepatnya bisa terlepas dari pandemi ini,”ucapnya.

Meski demikian, yang jadi permasalahan ketika beras di Sulteng melimpah, namun harga beras pada petani lokal menurun drastis. Akibatnya, beras petani pun tidak terjual.

“Yang jadi permasalahan sekarang ini khusus beras ya, karena sebagian besar hasil panen masyarakat yang lalu  hampir belum terjual sampai saat ini karena permintaan yg sangat murah,” terangnya.

Pasalnya, menurut Tahir, harga beras murah dikarenakan beras masuk dari Sulawesi Selatan yang dinilai kualitasnya lebih baik daripada beras dari petani lokal.

“Ini akibat dari masuknya beras dari Sulawesi Selatan yang katanya kualitasnya lebih baik dari beras kita di Sulteng,”jelasnya.

Tahir mengaku, sering pendapat keluhan dari para petani lokal di Kabupaten Donggala.

“Makanya para petani yg saya temukan dilapangan khusus pantai barat Donggala banyak yg menjual hasil panen berasnya kepada pembeli dari Kaltim lewat kapal-kapal kecil, walaupun dengan harga yang masi jauh dari harapan mereka daripada mereka simpan sedangkan musim panen sudah di depan mata,”pungkasnya.

Tahir mengharapkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat membuat regulasi agar beras dari luar daerah tak dimudahkan masuk ke Sulteng. Dengan begitu, harga beras pada petani lokal tetap normal.

“Makanya diharapkan kepada pemerintah melalui dinas terkait  membuat regulasi agar tidak semudahnya beras yang dari Sulsel masuk ke Sulteng. Ini harapan dari masyarakat petani pada saat saya reses,” tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.