Anggota DPRD Palu Minta Pemkot Perjelas Harga Rapid Test dan Swab

oleh -
Anggota DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona. FOTO : MIFTAHUL AFDAL/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Anggota DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, memperjelas tarif harga untuk pemeriksaan rapid test dan swab.

“Jadi swab dan rapid test itu jangan terlalu kaku untuk diberlakukan. Pemerintah kota harus memberikan kejelasan harga rapid test dan swab, pastinya harga yang bisa dijangkau masyarakat kita,” ujar Mutmainah Korona saat ditemui sultengnews.com di kantor DPRD Kota Palu, Jumat (02/10/2020).

Disebubtkan, sampai saat ini dirinya belum mendapatkan kisaran harga pengaduan dari masyarakat terkait dengan rapit test dan swab, karena ditingkat nasional juga sedang membahas terkait hal ini.

Mutmainah menjelaskan, dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan, berdasarkan keterangan dari teman-teman di Banggar DPRD Kota Palu tidak dialokasikan terkait rapit test dan swab, karena pengesahan APBD sebelum angka kenaikan covid-19 belum lama ini.

“APBD perubahan hanya mengakomodir pelaku perjalanan ketika orang itu dalam hasil rapit test terkonfirmasi positif, maka harus dilakukan swab dan tdiak dikenakan biaya atau gratis,”jelasnya.

“Sementara itu, pembahasan APBD punya deadline waktu, pada 30 September 2020 tidak bisa menyebrang, karena harus ketuk palu terkait APBD perubahan dan penyusunan anggaran dilakukan sejak satu bulan yang lalu,”tambahnya.

Mutmainah juga mengapresiasi sekaitan Surat Keputusan (SK) Walikota Palu mengenai operasi yustisi yang dilaksanakan tim gabungan untuk menertibkan masyarakat agar memakai masker khususnya dalam penerapan protokol kesehatan.

“Karena ini demi kebaikan bersama. Kabarnya juga posko akan dipindahkan, bukan lagi di kantor camat Tawaili tapi langsung diperbatasan yang mendekati jembatan,” tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *