Anggota DPRD Palu Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan dan Mahasiswa

oleh -
Ketua Komisi A DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona. FOTO : ADHY RIFALDY/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Anggota DPRD Kota Palu, Mutmaina Korona mengecam kekerasan terhadap wartawan dan mahasiswa saat aksi demo tolak Undang – Undang Cipta Kerja di depan DPRD Sulteng, Kamis (8/10/2020) lalu.

Mutmainah mengungkapkan, seharusnya aparat kepolisian melindungi wartawan apalagi perempuan, bukan malah melakukan pemukulan. Polisi juga harusnya tidak terpancing oleh para demostran yang memancing kerusuhan, karena polisi memang ditugaskan melakukan pengamanan terhadap demonstran.

“Walaupun saya tidak berada ditempat kejadian tersebut, tapi mungkin adanya oknum yang membuat provokasi. Pihak aparat seharusnya tidak ikut terpancing, apalagi mereka memiliki alat pelindung diri juga dan tidak ditau apakah disekitaran situ ada masyarakat yang nonton ataupun teman-teman mahasiswa. Tapi langsung saja main pukul rata saja,” ujarnya.

Menurutnya, aparat kepolisian seharusnya tidak lagi melakukan tindak kekerasan. Apalagi menyampaikan pendapat di depan umum dijamin undang-undang.

Olehnya, Mutmainah menyatakan sangat menolak tindakan kekerasan yang terjadi kepada wartawan maupun mahasiswa yang dilakukan oknum aparat kepolisian.

“Kalau aparat juga terlibat dan terpancing melakukan sebuah tindakan represif, maka saya adalah orang yang sangat menolak. Apalagi jika yang dipukul adalah wartawan perempuan,” sesalnya.

Dia menuturkan, sebenarnya tidak perlu sampai ada aksi pemukulan. Cukup melepaskan gas air mata jika itu sudah merusak fasilitas sarana untuk membubarkan aksi tersebut, sehingga tidak sampai harus melukai orang seperti yang terjadi pada demonstrasi menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Mutmainah mengaku, tidak menerima adanya tindak kekerasan seperti pemukulan. Apalagi dengan mengunakan senjata seperti tembakan keatas ataupun pemukulan dengan pentungkan.

Sebagai Ketua Komisi A DPRD Kota Palu, Mutmainah sangat menyayangkan adanya kericuhan tersebut. Seharusnya kata dia, hal itu bisa diskusikan dengan melakukan kajian terkait peraturan yang dinilai merugikan para buruh itu.

“Tapi apapun itu, apakah menerima maupun menolak dengan cara aksi massa, aparat tidak boleh sampai melakukan tindakan kekerasan terhadap demostran. Saya sangat mengecam adanya tindak kekerasan apalgi terhadap perempuan,” tandasnya.

Politisi Nasdem ini meminta Pihak Polda Sulteng melakukan tindakan tegas kepada oknun polisi yang melakukan pemukulan kepada wartawan maupun mahasiswa. Siapa saja yang terlibat melakukan pemukulan, harus diproses hukum agar tidak terulang lagi. RDL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *