Anggota DPD RI Sebut Ada Kesepakatan Pembuatan Tambatan Perahu Nelayan di Talise

oleh -
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lucky Semen saat melakukan reses di Palu, Rabu (03/03/2021). FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Keluhan nelayan Kelurahan Talise, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) sekaitan dengan tambatan perahu yang akibatkan kerusakan perahu belum direalisasikan sampai saat ini.

Berdasarkan, penuturan dari Ketua Kelompok Nelayan Talise, Arham baru-baru ini, sudah ada 3 perahu yang mengalami kerusakan, karena benturan dengan batu.

Pembangunan tanggul dibangun sepanjang 7,2 kilometer membentang di empat kelurahan di Kelurahan Solar, Lere, Besusu Barat, dan Talise (Silebeta).

“Tanggul itu justru dibangun untuk melindungi masyarakat dari tsunami, pengalaman kita kemarin tinggi tsunami kurang lebih 6 meter sampai 7 meter, perlu ada penanganan jangka panjang,”ujar Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lucky Semen kepada sultengnews, Rabu (03/03/2021).

Menurutnya, karena ketika tsunami ombak langsung pecah dengan adanya tanggul, kata dia, program itu bantuan walaupun dalam skala pinjaman bantuan dari luar negeri, harus dilaksanakan dengan ketentuannya dengan tinggi 6 meter.

Lucky mengatakan, sempat ada keberatan nelayan, serta adanya janji dari pihak pemerintah untuk membangunkan tambatan perahu untuk nelayan

“Memang kemarin ada keberatan dari masyarakat nelayan di Kampung Lere, berdasarkan kesepakatan yang ada akan dibuatkan tambatan perahu, sehingga nelayan yang melaut perahunya tetap aman,”ucap Lucky.

Lucky juga mengungkapkan, sebelumnya ada kesepakatan untuk pembuatan tambatan perhatian bagi nelayan. Akan tetapi, Lucky belum mendapatkan info di Kelurahan Talise dan Besusu Barat ada tambatan atau tidak.

“Karena, memang kemarin yang di sepakati tambatan di kampung Lere atau jalan Cumi-cumi, saya belum dapat informasi apakah di daerah Talise dan Besusu ada tambatan,”ungkapnya.

“Sebenarnya kalau keberatan, tapi kita perlu melihat kepentingan umum yang lebih besar,”sambungnya.

Lucky menambahkan, ada solusi terkait dengan pembuatan tambatan perahu, tapi pembuatan itu baru di Kelurahan Lere.

“Makanya kemarin ada solusi, bahwa di jalan Cumi-cumi (Kelurahan Lere) itu akan dibuatkan tambatan perahu yang sekarang ini sementara mereka kerjakan,”pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *