Alumni SMKN 5 Palu dan Kwarcab Pramuka Distribusikan Masker Gratis ke Masyarakat

oleh -
Alumni SMKN 5 Palu bersama Pramuka Peduli Covid-19 Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Palu saat mendistribusikan masker kepada masyarakat. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 5 Palu bekerjasama dengan Pramuka Peduli Covid-19 Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Palu yang bekerjasama melaksanakan program gerakan peduli Covid-19 yang memproduksi 1000 masker gratis untuk masyarakat, Rabu (08/04) sore, mulai mendistribusikan masker di lampu merah Jalan Soekarno Hatta, Kota Palu.

Pendistribusian itu juga dibantu oleh sejumlah anggota Polda Sulteng yang sekaligus mengawal kegiatan agar berjalan tertib.

Koordinator pendistribusian masker gratis ditemui diselah-selah pembagian masker, Gafur mengatakan, 1000 masker yang direncanakan sebelumnya, hanya dengan waktu satu pekan dapat memproduksinya sesuai target.

Masker tersebut didistribusikan dua tahap. Dihari pertama yang telah dilaksanakan di lampu merah jalan Soekarno Hatta dan hari kedua di Hunian Sementera (Huntara) korban bencana Sulteng dan Mapolda Sulteng.

“Hari pertama kami telah mendistribusikan 550 masker kepada pengguna jalan yang belum menggunakan maker di lampu merah dan warga disekitar jalan Soekerno Hatta. Kemudian dihari kedua juga akan kami bagikan 500 lebih masker di Huntara Soekarno Hatta dan di Lapngan Kompas Tondo, terus di Mapolda 100 masker,” terangnya.

Ketua Kwarcab Kota Palu, H. Nanang menjelaskan ditengah kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) dalam upaya pencegahan dan penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Palu, pihaknya yang terbagung dalam tim gerakan pramuka peduli pencegahan Covid-19 bekerjasama dengan para alumni SMKN 5 Palu untuk membuat masker gratis kepada masyarakat.

Menurut H. Nanang, berdasarkan data terbaru yang diupdate oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng per tanggal 7 April 2020, positif Covid-19 di Sulteng berjumlah 5 orang, dua diantaranya sudah dinyatakan wafat.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) 356 dan 30 Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dari data itu Kota Palu merupakan kasus tertinggi, kondisi tersebut disertai dengan tertjadinya kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) termasuk masker.

“Data dari Dinas Kesehatan Provinsi menunjukan terjadinya peningkatan kasus. Dalam kondisi ini, kami mengambil peran untuk memutus mata rantai penyebaran virus dengan pembuatan dan pendistribusian masker secara gratis keapada masyarakat. Kita berharap kasus positif stop di angka 5 saja,” ucapnya.

H. Nanang juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya Kota Palu untuk terus mematuhi imbaun pemerintah dalam mencegah atau memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Masker yang dibagikan secara gratis itu menggunakan dana partisipasi dari alumni SMKN 5 Palu dan tim gerakan pramuka peduli pencegahan Covid-19 dari Kwarcab Kota Palu.

Sedangkan pembuatan masker dilakukan oleh tenaga-tenaga terampil menjahit dari gabungan alumni setiap angkatan SMKN 5 Palu. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *