Alimudin Paada Berharap Ada Regulasi Untuk Lestarikan Tenun Batik di Sulteng

oleh -
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulteng, Dr.Ir.Alimudin Pa'ada,MS mewakili Ketua DPRD Sulteng hadiri undangan Fashion Show dan Talk Show Tenun Batik Khas Daerah Provinsi Sulteng di Gedung Sriti Convention Hall, Senin (25/07/2022). FOTO : HUMPRO DPRD SULTENG/ZAINAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulteng, Dr.Ir.Alimudin Pa’ada,MS mewakili Ketua DPRD Sulteng hadiri undangan Fashion Show dan Talk Show Tenun Batik Khas Daerah Provinsi Sulteng di Gedung Sriti Convention Hall, Senin (25/07/2022).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Provinsi Sulteng DR.Hj.Vera Rompas Mastura, Ketua Dekranasda Kota Palu, Ketua Dekranasda Kabupaten Sigi, Para Direktur Perbankkan Sulteng, OJK, Para Kepala-Kepala Dinas Tingkat Provinsi Sulteng, Para Pengrajin atau Desainer Tenun Batik Khas Daerah Sulteng, serta desainer ternama di Indonesia yang bergelut di Bidang Fashion desainer kain tenun batik khas daerah yang ada di seluruh wilayah Indonesia Defrico Audy.

Hadir juga Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Sulteng, Moh.Rifani, S.Sos,M.Si, selaku dinas penyelenggara kegiatan Fashion Show dan Talk Show Tenun Batik Khas Daerah Sulteng.

Dalam kesempatan ini, Ketua Dekranasda Provinsi Sulteng Vera Rompas Mastura membuka secara resmi kegiatan Fashion Show dan Talk Show Tenun Batik Khas Daerah Sulteng dan menyampaikan bahwa Dekranasda Sulteng, merupakan salah satu komponen masyarakat yang bersifat organisasional yang telah berkiprah dalam pembangunan daerah khususnya di bidang kreasi kerajinan khas yang ada di tiap-tiap daerah wilayah Sulteng.

Ketua Dekranasda Provinsi Sulteng juga berpesan kepada seluruh  pemangku kepentingan agar menjadikan kegiatan itu tidak hanya sebagai kegiatan Fashion Show yang bersifat seremonial semata, akan tetapi jadikan sebagai motivasi untuk bangkit yang lebih baik lagi kedepannya khususnya bagi para penenun yang ada di Sulteng,

“Kita ketahui bersama bahwa Sulteng, memiliki warisan leluhur di bidang kreasi kerajinan tenun khas daerah, sehingga Dekranasda sangatlah memiliki peranan penting dalam menjaga dan melestarikan para penenun dan hasil tenunan khas daerah kita,” ujar Vera Rompas Mastura.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Dr.Ir.Alimudin Pa’ada,MS menyampaikan, dirinya sangat mengharapkan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Sulteng dapat berkolaborasi bersama DPRD Provinsi Sulteng untuk lebih memperhatikan hal-hal seperti ini, karena ini berkaitan langsung dengan sumber perekonomian masyarakat dan bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya tenun yang ada di daerah kita.

Dia mengatakan, salah satu cara untuk memperkenalkan dan mempromosikan hasil-hasil kain tenun khas daerah kita agar lebih familiar dikalangan masyarakat maupun pada tingkat Nasional hingga ke manca negara, yaitu salah melalui bidang pendidikan baik pada tingkat pendidikan sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi.

“Dengan cara membuat suatu Perda atau Pergub yang mewajibkan setiap peserta didik dalam setiap pekannya, dapat memakai kain tenun khas daerah dalam proses pembelajaran dalam menuntut ilmu di tiap-tiap bangku pendidikan, guna melestarikan budaya hasil tenun khas daerah kita,” katanya.

Politisi Partai Gerindra ini mengharapkan, agar adanya terobosan baru dalam pembuatan kain tenun khas daerah dengan cara memanfaatkan teknologi modern dengan harapan bisa lebih meningkatkan hasil produksi kain tenun dan menghasilkan kain tenun yang lebih berkualitas, dan tanpa menghilangkan cara-cara tradisional yang selama ini digeluti oleh para penenun dalam proses pembuatan kain tenun khas daerah.

“Kepada para penenun dan para desainer yang ada di daerah kita, agar dapat meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam menciptakan sebuah kreasi dengan cara selalu mengikuti perkembangan zaman, khususnya dalam dunia fashion sehingga hasil-hasil kain tenun khas daerah kita dapat selalu berkembang dan diminati oleh seluruh kalangan masyarakat hingga dunia internasional nasional,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.