Aliansi Peduli Laut Morowali Tolak Rencana Pembuangan Limbah Tailing di Laut Morowali

oleh -
Aliansi Peduli Laut Morowali saat melakukan aksi menolak rencana pembuangan limbah Tailing di Laut Morowali. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Aliansi Peduli Laut Morowali yang terdiri dari beberapa Organisasi Pemerhati Lingkungan, menolak rencana pembuangan limbah Tailing di Laut Morowali.

“Rencana pemerintah untuk membuang limbah tailing ke laut dalam melalui proyek pembuangan limbah nikel ke laut dalam (Deep Sea Tailing Placement ) untuk pabrik hidrometalurgi, akan
menambah laju pengrusakan ruang hidup masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil yang selama ini telah di porak-porandakan oleh industri ekstraktif,” ujar Koordinator Aksi, Abah dalam orasinya saat berunjukrasa di gedung DPRD Sulteng, Kamis (12/03/2020).

Saat ini kata Abah, industri ekstraktif, pertambangan adalah salah satu penyumbang terbesar kerusakan yang terjadi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil khususnya pesisir yang ada di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurutnya, di Kabupaten Morowali terdapat 3 perusahaan yang sudah dan
tengah meminta rekomendasi pemanfaatan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKI) serta
Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi.

Tiga perusahaan itu yakni PT. QMB New Energy Material, PT. Sulawesi Cahaya Mineral dan PT. Huayue Nickel Cobalt. Untuk PT. Sulawesi Cahaya Mineral sendiri, merupakan proyek strategis nasional yang telah mendapatkan legitimasi untuk aktivitas pembuangan pembuangan tailing bawah laut ini, melalui Surat Direktorat Jenderal
Pengelolan Laut KKP No. B.225/DJPRL/11/2019 pada 1 Maret 2019 perihal Arahan Pemanfaatn Ruang Laut.

Abah menjelaskan, proyek pembuangan limbah Tailing yang di rencanakan ini, tentu kembali memberikan catatan buruk bagi keberlangsungan ekologi di Kabupaten Morowali.

“Yang kita ketahui bersama,
wilayah daratannya sampai hari ini sudah diberikan puluhan konsesi-konsesi izin tambang,” jelasnya.

Abah menegaskan, pembuangan limbah tailing jelas akan menambah penghancuran wilayah
Kabupaten Morowali khususnya di wilayah laut yang mengancam keberlangsungan ekosistem
mangrove, padang lamun, terumbu karang dan sumber daya perikanan yang sangat dibutuhkan oleh
masyarakat sebagai sumber pangan dan penghidupan.

Lebih jauh kata Abah, proyek ini akan memberikan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat pesisir khususnya nelayan skala kecil atau nelayan tradisional yang hidupnya sangat bergantung kepada sumber daya kelautan dan perikanan di perairan setempat, setidaknya terdapat lebih ribuan keluarga nelayan perikanan tangkap di morowali yang akan berdampak pada proyek ini.

“Maka dari itu, kami yang tergabung dalam Aliansi Peduli Lan Morowali dengan ini menyatakan, pertama menolak rencana pembuangan limbah tiling ke laut Morowali. Kedua mendesak Gubernur Sulawesi Tengah untuk tidak mengeluarkan izin tailing ke laut untuk ke tiga perusahaan tersebut dan tidak mengeluarkan izin pembuangan limbah,” tegasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *