Aktivitas Kegiatan Mulai Dilonggarkan, Prokes Covid-19 Tetap Dipatuhi

oleh -
Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd. FOTO : IST

Tanggapan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

PALU, SULTENGNEWS.COM – Adanya pelonggaran kegiatan atau aktivitas bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya masyarakat kota Palu di tengah-tengah pandemic covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, mendapat tanggapan dari Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd.

Rektor UIN Datokarama Palu Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd, sampaikan, pelonggaran kegiatan atau aktivitas masyarakat saat ini perlu diikutkan dengan mitigasi covid-19, baik secara mandiri atau komunal untuk mengurangi resiko penularan covid-19.

“Mitigasi secara mandiri atau komunal ini sangat penting, sebagai bentuk ikhtiar dalam mencegah penularan covid-19, di tengah pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya,” kata Prof. Dr. Sagaf kepada SultengNews.com, Kamis (17/3/2022).

Kemudian, kata Prof. Sagaf, menilai pelonggaran aktivitas/kegiatan masyarakat memberikan dampak terhadap tingginya mobilitas masyarakat di ruang-ruang publik termasuk rumah ibadah.

Tingginya mobilitas tersebut, sambung Prof. Sagaf, bila tidak diikutkan dengan mitigasi untuk membangun kesiapsiagaan pencegahan penularan covid-19, maka kemungkinan akan berdampak pada meningkatnya kasus penularan covid-19 kembali.

“Ini harus diantisipasi oleh pemerintah daerah di provinsi Sulawesi Tengah, yang terdiri dari dua belas kabupaten dan satu kota,” kata Prof. Sagaf.

“Jadi, masyarakat harus diajarkan bagaimana siap siaga terhadap risiko penularan covid-19,” sambung prof. Sagaf.

Prof. Sagaf yang juga Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Sulawesi Tengah, menuturkan, masyarakat khususnya umat Islam, dalam waktu dekat akan memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri, yang tentu mobilitas akan semakin meningkat, sehingga perlu antisipasi dari pemerintah daerah.

“Begitu juga dengan mudik Idul Fitri tahun ini, bila ada mudik, maka harus ada upaya pencegahan penularan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Olehnya, membangun mitigasi siap siaga penularan covid-19 sangatlah penting,” kata Guru Besar UIN Datokarama Palu itu.

Kemudian mengenai disiplin menerapkan protokol kesehatan, tegas Prof. Sagaf, harus tetap disosialisasikan dan diingatkan kepada masyarakat, agar tetap disiplin terapkan prokes dalam setiap beraktivitas.

“Jangan sampai kebijakan pelonggaran yang ditetapkan oleh pemerintah dianggap bahwa covid-19 telah tiada, sehingga prokes diabaikan,” katanya.

Prof. Sagaf mengimbau kepada masyarakat yang belum divaksin, agar mengikuti vaksinasi.

“Jika sudah vaksinasi dosis satu, silahkan ikuti anjuran pemerintah untuk vaksinasi dosis dua dan vaksinasi lengkap,” tegas Prof. Sagaf.

Berdasarkan data Pusdatina covid-19 Pemprov Sulteng tanggal 15 Maret 2022, bahwa kasus positif covid-19 bertambah 315 kasus. Sehingga kumulatif kasus positif covid-19 di provinsi Sulawesi Tengah berjumlah 58.676 kasus.

Sementara berdasarkan data Pemprov Sulteng, masyarakat yang telah menjalani vaksinasi dosis satu berjumlah 1.882.687 jiwa atau 88,1 persen dan dosis dua berjumlah 1.088.179 jiwa atau 50.9 persen, dari total sasaran vaksinasi berjumlah 2.135.907.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.