Akibat Virus Corona, Pembeli di Pasar Inpres Sepi

oleh -
Salah seorang penjual di Pasar Inpres Manonda, Hj.Namrin. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Sekira pukul 16.30 Wita, berdasarkan pantauan sultengnews.com di salah satu pusat perbelanjaan, pasar Inpres Manonda, Kota Palu, Sulawesi Tengah terlihat sepih dari pembeli.

Suasana pasar tradisional itu, tampak lengang dari aktivitas jual beli. Tak seperti biasanya yang ramai dari para pembeli. Sepihnya pasar karena diakibatkan adanya kabar virus corona ditambah juga surat edaran dari Gubernur Sulawesi Tengah yang membatasi interaksi sosial dan keramaian di Sulawesi Tengah.

Pengakuan Hj.Namrin (60) salah seorang penjual rempah, ia mengatakan akibat adanya kabar virus corona, pembeli di pasar inpres sepi.

“Pendapatan menurun. Sebelum ada virus corona ini, dalam satu hari, satu karung tomat bisa habis. Tapi sekarang sudah susah menjualnya,” kata Hj.Namrin (60) salah seorang penjual rempah, saat ditemui di pasar Inpres Manonda, Kamis sore (26/03/2020).

Ia mengungkapkan, tomat dan rica miliknya sudah 4 hari terakhir belum laku dibeli.

“Tomat dan rica sampai ada yang membusuk, dari berapa hari ini,”ungkapnya.

Hj.Namrin menuturkan, biasanya dalam satu hari, satu karung tomat bisa habis tapi sekarang 4 hari belum ada yang beli.

“Tomat saya jual seharga Rp11.000 sampai Rp12.000/kilonya. Jadi dalam satu hari, bisa dapat sekitar Rp200.000 itu hitungan dari berbagai macam jenis seperti bawang, rica dan tomat,” tuturnya.

“Sekarang biar beli beras satu kilo sudah susah,” ujarnya.

Padahal, kata Hj.Namrin, ia turun jualan mulai dari subuh selesai salat subuh dan pulang sore, namun pendapatan menurun drastis, sebab pembeli di pasar inpres begitu sepi.

Bukan hanya pembeli sepi, bahkan langganannya pun sudah menghilang semua.

“Langganan yang biasa beli ke saya sudah berhenti jualan karena katanya masakan yang dia jual sudah tidak laku lagi,”ucapnya.

“Biasa bawang saya kupas banyaknya 10 kilo, itu saat langanan masih sering membeli. Bawang yang kemarin saya kupas 4 kilo,m sampai sekarang belum ada laku, sebab langanan orang cina sudah tidak jualan lagi karena biasanya dia ambil 3 kilo bawang merah dan bawang putih,” tutup Hj.Namrin. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *