Akademisi Untad : Pembangunan Tanggul Teluk Palu Tidak Bole Menganggu Nelayan

oleh -
Salah seorang nelayan, Heri (51) saat ingin memukat ikan dengan mengendarai perahunya bertuliskan Berkah. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Salah satu akademisi Universitas Tadulako (Untad) Dr. Irwan Waris, menyoroti sekaitan pembangunan tanggul teluk Palu atau tanggul Silae, Lere, Besusu Barat dan Talise (Silebeta), ia menilai pembangunan tanggul Silebeta berdampak pada kerusakan perahu nelayan.

“Kita bersyukur, Alhamdulilah kita mendapatkan bantuan untuk penghalang ombak (tanggul), penghalang tsunami. Tapi, menurut hemat saya tidak bole hal ini menganggu, apa lagi mematikan pendapatan nelayan. Mematikan saya kira tidak, tapi menggangu, apalagi itu soal tambatan perahu,” ujar Irwan Waris, Jumat (05/03/21).

Menurutnya, Pemerintah Kota Palu, mestinya mengakomodasi keluhan masyarakat itu. Seharusnya, kata Irwan, dari awal pembangunan itu dipikirkan, dipikirkan bahwa di teluk Palu banyak masyarakat yang hidup sebagai nelayan, yang tentu saja ada yang memarkir perahu dipinggir pantai dan itu bisa terganggu.

“Saya kira dalam hal ini tidak juga terlambat, dalam hal ini pemerintah kota Palu, apalagi pemerintah baru bisa mendengar keluhan masyarakat dan memfasilitasi,” ujarnya.

Olehnya itu, adanya keluhan nelayam akibat belum dibuatkan tembatan perahu, ia mengungkapkan, keluhan nelayan ini sangat penting, sebab ini berkaitan dengan kehidupan warga. Tak hanya itu, ia menegaskan, ini sungguh-sungguh tidak terlambat kalau pemerintah daerah bisa memikirkan keluhan nelayan dan mencari jalan keluarnya.

“Memang, tanggul penahan ombak itu adalah sesuatu untuk pembangunan yang tujuannya menyelamatkan kita rakyat dari tsunami. Tetapi, ada juga kehidupan yang lain yang harus diselamatkan, yaitu kehidupan nelayan. Jadi cara berpikirnya, bagaimana dua hal ini kita berjalan seiring dan berjalan secara damai,”pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *