9.000 Warga Parimo Terhapus Dari BPJS Kesehatan. Inilah Penyebabnya..!

oleh -
Suasana Debat Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulteng Yang Diselenggarakan KPU Provinsi Sulteng di salah satu hotel di Kota Palu, Sabtu (31/10/2020). FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Sebanyak 9.000 warga miskin di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), hilang dari data penerima BPJS Kesehatan dari pemerintah.

Hal itu diungkap Calon Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura saat sesi tanya jawab dalam debat terbuka Pasangan Calon (Paslon) yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulteng, Sabtu (31/10/2020) di Salah satu Hotel di Kota Palu.

“Saya mendapatkan data itu dari ketua DPRD Parimo, makanya saya tanyakan hal itu karena saudara (Hidayat Lamakarate) adalah termasuk yang bertanggungjawab saat itu,” ujar Rusdy Mastura melontarkan pertanyaan kepada Calon Gubernur Nomor Urut 01 Hidayat Lamakarate.

Mendapat pertanyaan itu, Hidayat Lamakarate menjelaskan bahwa penyebab hilangnya data 9.000 warga Parimo itu karena dihapus oleh Pemerintah Pusat.

“Sebenarnya data itu dihapus oleh pemerintah pusat, karena ada beberapa permasalahan yang ditemukan seperti data ganda dan yang sudah meninggal,” jawab Hidayat.

Olehnya, Hidayat Lamakarate berjanji jika kelak dirinya bersama pasangannya terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng tahun 2021 – 2025 mendatang, maka prioritas pertama adalah mendata Kembali nama – nama yang terhapus itu untuk diusulkan Kembali agar bisa mendapatkan lagi BPJS Kesehatan.

“Jika sudah diusulkan namun tetap tidak bisa masuk karena keterbatasan biaya dan anggaran, maka kita akan masukan ke program Jamkesda yang akan ditanggung oleh pemerintah daerah provinsi dan kabupaten,” kata Hidayat Lamakarate.

Menanggapi jawaban Hidayat Lamakarate, Rusdy Mastura mengaku sangat prihatin atas terhapusnya data 9.000 warga Kabupaten Parigi Moutong itu.

Olehnya, Rusdy Mastura berkomitmen untuk segera menyelesaikan masalah tersebut jika kelak dia bersama pasangannya terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng.

“Ini masalah serius karena menyangkut kesehatan masyarakat, apakah saya atau paslon nomor urut 01 yang terpilih jadi Gubernur dan Wakil Gubernur kedepan, kita harus segera selesaikan masalah 9.000 data warga di Parigi Moutong yang terhapus itu,” tandas Calon Gubernur Nomor Urut 02 ini.

Hingga berita ini tayang, debat yang dipandu moderator Anisa Dasuki dari iNews itu baru saja berakhir. FUL

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *