5 Orang Mahasiswa Untad Hilang di Gunung Bulunti

oleh -
Kesiapan team rescue yang akan berangkat ke lokasi di Gunung Bulunti, Desa Jono, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, untuk mencari kelima mahasiswa Untad Palu yang hilang. Foto : Humas Basarnas Palu

PALU, SULTENGNEWS.COM – Sebanyak lima orang mahasiswa Universitas Tadulako Palu hilang di Gunung Bulunti, Desa Jono, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, sejak Minggu (31/01/2021), sekira pukul 16.00 Wita.

Adapun nama kelima korban yakni Naldi Willian Lingkua (20), Rizayanto Saputra (20), , Aidil Fitra Abas (20), Arthur Krisna Bakti (24) dan Muhammad Raunshanfikri (20).

Sementara itu, Basarnas Palu baru saja menerima informasi tersebut atas kehilangan kelima mahasiswa Untad di Gunung Bulunti.

“Kami baru menerima informasi tersebut pada Sabtu hari ini, sekitar pukul 15.00 Wita, dari salah satu rekan korban yakni Andre,”ujar Kepala Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johanne, Sabtu (06/02/2021).

Andrias mengatakan, satu tim rescue  Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu telah  diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

“Adapun jarak Kantor Basarnas Palu ke lokasi sekitar 22 km dengan estimasi tiba di lokasi sekitar pukul 16.45 wita,”ungkapnya.

Andrias menerangkan, bahwa kelima anak tersebut, merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Geologi, Untad Palu. Kata Andrias, kelima orang mahasiswa Untad itu sempat melaporkan ke Kepala Desa Jono untuk pemberangkatan mereka mendaki Gunung Bulunti.

“Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pelapor Kelima korban merupakan mahasiswa Fakultas Teknik di Universitas Tadulako Palu. Kronologisnya  pada Minggu (31/01/2021) mereka melapor ke kepala desa Jono bahwa mereka akan melakukan pendakian ke gunung Bulunti, Desa Jono, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi dengan estimasi selama 5 hari terhitung sejak tanggal 31 Januari 2021 sampai 04 Februari 2021. Namun hingga saat ini, kelima mahasiswa itu belum kembali dan belum ada laporan,”terangnya.

“Kepala Desa selanjutnya berkoordinasi dengan Andre selaku rekan korban agar meminta bantuan ke Basarnas untuk melakukan pencarian,”tutup Andrias. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *