28 Anggota Kepolisiaan Diperiksa Terkait Kasus Kekerasan Tehadap Wartawan di Palu

oleh -
Kabidhumas Polda Sulteng, Didik Supranoto saat memberikan keterangan terkait penanganan kasus kekerasan terhadap jurnalis di Palu. FOTO : ALSIH MARSELINA/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Kasus Kekerasan terhadap wartawan saat meliputi demo UU Cipta Kerja di kantor DPRD Sulteng pada Kamis (8/10/2020) lalu hingga kini terus berlanjut.

Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol. Didik Supranoto saat ditemui sejumlah wartawan dan pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJi) Palu, Rabu (14/10/20) mengatakan, hingga kini sudah 28 oknum anggota kepolisian yang diperiksa terkait dengan dugaan tindak kekerasan terhadap wartawan saat aksi demo pada Kamis, 8 Oktober 2020 lalu.

Kejadian yang melanda jurnalis yakni Alsih Marselina (Wartawan sultengnews.com), Adhy Rifaldy (wartawan sultengnews.com) dan Fikri dari media Nexteen merupakan dampak dari aksi unjuk rasa yang anarkis.

“Dari hasil penyelidikan terhadap laporan kekerasan terhadap jurnalis ini, sekarang telah di tindaklanjuti oleh Polda Sulteng. PROPAM sudah melakukan pemeriksaan lebih dalam terhadap 28 orang yang terdiri dari SABHARA dan BRIMOB yang masih terus berlangsung pemeriksaannya,” ujar Didik.

Tak hanya itu, AJI juga menyampaikan adanya kasus perusakkan kamera oleh Fikri dari media Nexteen yang telah dilakukan mediasi secara personal, tetapi hingga saat ini tak kunjung direspon secara baik oleh oknum aparat yang melakukan perusakkan tersebut. Karena itu, pihak AJI akan mentindaklanjutkan kasus ini jika tidak ada itikad baik dari oknum tersebut.

“Nanti kami akan pertemukan, karena mereka sudah saling melakukan kesempakatan nanti kami fasilitasi bersama dan nanti sampaikan ke PROPAM,” timpal Didik menanggapi penyampain AJI Palu.

Didik pun menyampqikan, proses persiapan pihak kepolisian disaat pelaksanaan tugas. Dimulai dengan persiapan apel, hingga pak Wakapolda menjelaskan undang-undang pers serta menghimbau seluruh aparat jika saat demo adanya rekan-rekan pers yang bukan melakukan unjuk rasa tapi melakukan liputan.

“Jika masih adanya pelanggaran, maka kami akan proses sesuai dengan ketentuan dan sekarang masih dalam proses. Perkembangannya akan terus berlanjut akan disampaikan ke rekan-rekan pers nantinya,” tandas Didik. RDL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *