Zulkifli Hasan : Anggota DPRD Jangan Hanya Jadi Pekerjaan

4 min read
0
442

PALU, SULTENGNEWS.com – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan meminta kader – kadernya yang duduk sebagai Anggota DPRD baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk benar – benar berjuang untuk daerah dan rakyatnya. Jangan hanya jadi semacam pekerjaan saja.

“Saya tunggu tiga tahun dari Sulteng, nggak ada beritanya. Saya minta DPRD –DPRD bicara, kok nggak ada sama sekali saya dengar beritanya. Apa yang saudara perjuangkan di Sulteng, mesti ada. Kita kumpul ini, karena kita ada yang diperjuangan, kalau seperti ini partai – partai tidak ada gerakan, habis kita,” ujar Zulkifli Hasan di hadapan para peserta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PAN Sulteng di Hotel The Sha, Selasa (19/12/2017).

“Karena tidak adanya gerakan, akhirnya tanah diambil orang lain, tambang diambil orang lain, duit diambil orang lain, kekuasaan diambil orang lain. Kita disuruh berantam saja. Itulah yang terjadi saat ini,” sesalnya.

Zulkifli mengatakan, dengan adanya gerakan – gerakan kepedulian terhadap daerah masing – masing, maka hal itu dapat memperkuat rasa nasionalisme. Dengan membangun kekuatan, maka bisa saja tambang yang ada di Sulteng yang saat ini dikelola pihak asing dibuat dalam bentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sehingga bisa mensejahterakan rakayat dan menyekolahkan para mahasiswa dari daerah hingga ke luar negeri.

“Jika sudah kuat dengan teman – teman lain, barulah kita bisa mempengaruhi kebijakan. Tambang bisa dibuatkan BUMD dong. Dengan begitu, bisa buat biaya sekolah mahasiswa hingga ke Eropa,” ujarnya.

Menurut Zulkifli Hasan, Kepedulian terhadap daerah itulah yang disebut kesadaran berbangsa dan bernegara. Anak – anak muda zaman Soekarno dulu menyadari hal itu, sehingga kebersamaan dan persatuan tumbuh kuat untuk merdeka.

“Kok kita tidak..? saya minta kader – kader partai itu harus menjadi politikal marketer. Menjadi aktif, produktif dengan ikhtiar. Dengan mengerti masalah, maka bisa berjuang untuk rakyat. Kalau cuma diam, siapa yang milih, hantu yang milih,” katanya.

Zulkifli mengemukakan, karena cuma diam semua akhirnya silah pertama diganti jadi “keuangan yang maha kuasa”. Pilada duit, DPRD duit, apa – apa duait. Akibatnya nilai – nilai hilang, persudaraan kebangsaan hilang, keluarga berantem. Tapi jika berjuang karena ideologi, karena kecintaan terhadap negeri, maka akan tumbuh kepedulian untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Tidak ada perjuangan hanya satu hari saja, tapi sepanjang masa dan sepanjang zaman. Jangan partai politik itu, disederhanakan. Jadi anggota DPRD hanya jadi pekerjaan saja. Setelah dapat nggak ngurus rakyat lagi. Dapat duit buat sendiri, dapat uang reses dikantongin, tidak ada uang korupsi. Ini tidak boleh terjadi di kader PAN,” tegasnya. FUL

Load More Related Articles
Load More In Politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Relawan NDB Buol Resmi Terbentuk di 11 Kecamatan

Relawan NDB di Buol yang telah resmi terbuntuk. Bahkan relawan tingkat kecamatan di 11 kec…