Walikota Palu : Tradisi Potong Kerbau Lempar di Laut Itu Hoax

4 min read

Walikota Palu, Hidayat, M.Si saat menyampaikan sambutan pada peresmian asrama baru panti asuhan Wali Songo, Sabtu (8/2/2020). FOTO : MOH. NURFIANSYAH/SULTENGNEWS.COM

PALU, SULTENGNEWS.COM – Walikota Palu, Hidayat menegaskan bahwa jika ada berita -berita terkait dengan tradisi yang beredar luas di Media Sosial (Medsos) bahwa seakan akan ada tradisi di Palu dengan memotong kerbau atau kambing kemudian dilempar di laut, itu hanyalah hoax.




Hal itu dikemukakan Walikota saat memberikan sambutannya pada acara peresmian asrama baru Panti Asuhan Wali Songo, Sabtu (8/2/2020).

“Saya ingin menyampaikan kabar bahwa saat ini, banyak beredar berita – berita atau vidio-vidio tentang ada tradisi di Kota Palu yang katanya memotong kerbau lalu kepalanya dilempar di laut atau tombak kambing dan babi itu hanyalah hoax, tidak ada saya lihat tradisi kaili semacam itu selama hidup saya,” katanya.

Hidayat mengatakan, banyak hujatan -hujatan yang menimpa dirinya, seakan-akan ialah penyebab datangnya bencana di Kota Palu.




“Selama menghadapi bencana, saya harus memperbaiki infrastruktur yang rusak, saya harus memperhatikan 4,200 jiwa masyarakat saya yang mengungsi akibat bencana dan hampir 60.000 rumah yang rusak, kemudian saya menghadapi hujatan – hujatan yang luar biasa, namun saya tetap sabar,” ungkapnya.

Hidayat juga menceritakan, ketika bencana 28 September terjadi, ada tiga maut yang ia lewati. Pertama, jika mushola di kampung kaili sudah siap pakai maka dirinya bersama jajarannya akan melangsungkan shalat magrib di kampung kaili dan kemungkinan terkena Tsunami, akan tetapi mushala di kampung kaili pada saat itu belum bisa digunakan. Kedua, ketika dirinya kembali ke kediamannya lewat Kelurahan Balaroa dan persis tiga menit dirinya melewati kelurahan itu, maka terjadilah bencana likuifaksi. Ketiga, jika dirinya menempati kamar Hotel Mercure untuk tempat istrahat sebelum melakukan pembukaan Festival Palu Nomoni, maka dirinya akan terkena Tsunami atau tertimpa bangunan -bangunan hotel yang rusak.

Dia mengaku, sampai saat ini tidak lagi mau mengunakan akun medsos miliknya, sebab banyak hujatan – hujatan yang ia baca di medsos menimpanya.

“Sampai saat ini, akun medsos saya tutup, karena jika saya melihat fitnah serta hujatan yang menuju kepada saya, maka asam lambung saya naik, nantinya tidak aka bisa kerja lagi untuk membangun Kota Palu,” jelasnya.




Hidayat juga mengungkapkan, Kota Palu banyak mendapat penghargaan -penghargaan dari berbagai negara, karena dinilai sebagai kota yang cepat menangani bencana alam.

“Alhamdulillah, Kota Palu banyak mendapat apresiasi berupa penghargaan dari negara – negara karena dianggap kota yang cepat dalam menangani bencana Alam,” tandasnya. MAT

Load More Related Articles
Load More In Palu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Ekspedisi Celebes 360 MBI Bandung Jelajah Sulawesi Singgah di Palu

Kepolres Palu, AKBP H.Moch Sholeh, SIK.SH.MH yang saat berbincang hangat dengan tim eksped…