Universitas Terbuka Palu Registrasi Mata Kuliah Tahun 2020

3 min read

PALU, SULTENGNEWS.COM – Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (UT) Palu, membuka registrasi mata kuliah untuk mahasiswa baru serta mahasiswa yang mengulang mata kuliah atau yang meregistrasikan mata kuliah lanjutannya semester berjalan.

Hal itu disampaikan Menejer Keuangan dan Umum UPBJJ UT Palu, Moh Fahrudin Akbar saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (09/01/2020).




Dikatakan, proses registrasi telah dilakukan dari awal tahun 2020 baik untuk mahasiswa baru maupan yang sudah lama atau lanjutan.

“Proses registrasi kita sebenarnya sepanjang masa, cuman ada batas akhir penerimaannya. Untuk yang diterima diawal tahun ini semester pertama, batas akhirnya sampai dengan 22 Januari 2020 bagi mahasiswa yang baru. Sedang mahasiswa yang mengulang mata kuliah atau yang meregistrasikan mata kuliah lanjutannya, semester berjalan itu berakhir dipertengahan Februari,” terangnya.

Dia menjelaskan, sistem registrasi dalam satu tahun itu ada dua kali penerimaan mahasiswa baru. Setiap semester bisa menerima mahasiswa baru, bukan cuman tahun ajaran baru, itu merupakan kebijakan tersendiri dari manajemen UT.




Dikatakan, UPBJJ UT Palu membuka berbagai macam program studi yang semuanya bisa didapatkan di empat fakultas yang disiapkan ditambah dengan pascasarjana dan program doktoral. Untuk program studi masing – masing fakultas diantaranya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) terdiri dari beberapa program studi seperti administrasi negara, administrasi pembangunan dan beberapa prodi lainnya.

Fakultas lainnya yakni Fakultas Ekonomi (Fekon), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) yang sekarang berganti nama menjadi Sains dan Teknologi.




Dia menambahkan, setiap tahunya UT melaksanakan empat kali yudisium dengan dua pilihan seremonial wisudanya yaitu di kantor pusat atau di daerah saja. Jika wisudawan memilih pada pilihan pertama bisa dilaksanakan di kantor pusat di pondok cabe dan pilihan kedua ketika ia tidak siap atau tidak bersedia untuk mengikuti program wisudah dipusat, maka dia ada pilihan wisudah di daerah.

“Hanya di daerah, kita menyebutnya upacara penyerahan ijazah yang seremonialnya sama juga sebenarnya dengan di pusat. Namun beda penyebutan dan kalau di pusat semua guru besar hadir, kalau di daerah tidak semua hadir hanya ada perwakilan dan juga dihadiri pejabat di daerah,” tutupnya. FIK

Load More Related Articles
Load More In Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Dua Sekolah Bantuan RGE dan Tonoto Fundation Resmi Digunakan

Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial dan Kemasyarakatan Provinsi Sulawesi Tengah …