Sulteng Jadi Destinasi Rekrutmen Radikalisme

2 min read
0
286

Suasana diskusi tentang radikalisme yang diselenggarakan Yayasan Walimanis bekerjasama dengan Lembaga Pers Mahasiswa Qalamun IAIN Palu di Auditorium IAIN Palu, Rabu (9/10/2019). FOTO : RAMADHA/SN

PALU, SULTENGNEWS.com – Pakar radikalisme yang juga Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Dr. Lukman S. Tahir, M.A menyampaikan bahwa Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi salah satu destinasi rekrutmen radikalisme di Indonesia.



Hal itu disampaikan dosen Ushuludin IAIN Palu itu, saat menjadi salah satu narasumber dalam diskusi yang diselenggarakan Yayasan Walimanis yang bekerjasama dengan Lembaga Pers Mahasiswa Qalamun IAIN Palu di Auditorium IAIN Palu, Rabu (9/10/2019).

Menurutnya, Indonesia menjadi kloni radikalisme trans internasional, karena jumlah populasi umat Islam di Indonesia sebesar 230 juta atau 89 persen dari jumlah seluruh rakyat Indonesia.

“Hal ini menjadikan Indonesia sebagai destinasi rekrutmen radikalisme ideologi trans nasional yang tergabung dalam dua kelompok besar yakni Jemaah Islamiyah dan mujahidin Indonesia dimana kedua jaringan tersebut berada disulawesi tengah,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Palu, Dr. H. Abidin Djafar, M.Ag dalam presentasinya mengatakan, sumber radikalisme berawal dari cara memahami ajaran agama yang setengah setengah. Selain itu, radikalisme juga bersumber dari orang yang non washatiyah atau orang yang tidak berfikiran moderat dan toleran.

“Ada juga yang menjadi rafikalis karena kebutahanya terhambat karena faktor tertentu,” tegasnya.



Sementara Wakil Direktur Intelkam Polda Sulteng, AKBP. Drs. Suliyono mengatakan, untuk menangkal paham radikalisme perlu adanya sinergitas antara seluruh elemen masyarakat baik dari akademisi, mahasiswa maupun masyarakat umum.

“TNI-Polri, tidak cukup dalam melakukan penanganan penyebaran paham radikalisme yang semakin menjamur dan mengorogoti keberlangsungan berbangsa dan bernegara,” katanya. RMD

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

One Comment

  1. Saeful Ihsan

    9 Oktober 2019 at 8:24 PM

    Harusnya ada penelitian terbaru mengenai itu, hasil penelitian itu lah yang kemudian bagus dipresentasikan di acara itu. Kalau hanya mengatakan bahwa akibat paham non wasatiah, itu mah cuma narasi besar

    Balasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Ratusan Peserta Antusias Mengikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Anggota MPR RI/DPR RI, H. Syarifuddin Sudding saat menyampaikan materi dalam sosialisasi 4…