Rabu, 12 Desember, 2018

Sesalkan Pemberitaan Tidak Berimbang, Kadis Sosial Tolitoli Mengaku Belum Pernah Diperiksa Kejaksaan

4 min read
0
983

TOLITOLI, SULTENGNEWS.com – Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kabupaten Tolitoli, Indar Dg Silasa menyesalkan pemberitaan yang tidak berimbang terhadap dirinya terkait permasalahan jula beli tanah di Desa Bajugan, Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli.

“Terus terang saya merasa sangat dilecehkan, karena tidak pernah dikonfirmasi, tapi tiba – tiba sudah tayang di media sosial dan koran – koran,” ujar Indar Dg Silasa saat dihubungi sultengnews.com dari Palu, Rabu (10/1/2018).

Indar Dg Silasa mengaku, dirinya belum pernah sama sekali panggil kejaksaan untuk diperiksa terkait masalah dugaan pemalsuan surat tanah di Bajuga.

“Saya belum pernah dipanggil, diperiksa, dilidik oleh kejaksaan. Dana masalah ini juga adalah masalah perdata, karena menyangkut jual beli,” katanya.

Karena itu, dia sangat menyesalkan pemberitaan yang menyudutkan dirinya. Yang paling dia sesalkan sekali, dalam pemberitaan selalu mengait – ngitkan jabatannya sebagai Kepala Dinas Sosial. Padahal itu masalah pribadi dan juga masalah perdata.

“Terus terang saya merasa sangat dirugikan atas pemberitaan yang tidak berimbang ini, karena itu saya belum menyatakan sikap atas pemberitaan yang tidak berimbang ini. Tapi yang pasti, hingga saat ini baru dari sultengnews.com yang mengonfirmasi saya secara langsung begini,” katanya.

Indar Dg Silasa mengaku, permasalahan tanah yang dilaporkan ke Kejari Tolitoli, sampai kapan pun akan dia pertahankan karena itu memang tanah milik dia dan keluarganya.

“Tanah itu milik bapak saya, sehingga saya akan pertahankan sampai kapan pun,” tegasnya.

Indar Dg Silasa mengatakan, sebenarnya semua warga Bajugan tahu persis bahwa tanah yang dipersoalkan saat ini adalah miliknya, karena batas – batas lokasinya semua jelas. Karena itu, dia akan mempertahankan tanah tersebut, karena memang miliknya.

Sebelumnya, diberitakan Indar Dg Silasa menjadi terlapor pada kasus pemalsuan surat tanah bersama Kepala Desa (Kades) setempat, Surianto selaku pembuat akta jual beli tanah sebesar Rp15 juta. Padahal lokasi yang diperjualbelikan itu, pemilik resmi Jeri Umbas warga di desa Bajugan.

“Lokasi itu milik Jeri Umbas dilengkapi dengan sporadik, kemudian dipisah dua lalu diperjualbelikan kepada Yakob dan Toni. Keterlibatan Kadis selaku penjual, tidak memiliki hak tanah,” terang Jaksa yang menangani perkara tanah di Kejari Tolitoli, Rustam Efendi SH kepada wartawan, Senin (08/01/2018).

Dalam perkara tanah di Desa Bajugan itu, yang menjadi terlapor sebanyak empat orang, sementara menjadi tersangka kini baru tiga orang, termasuk Kades dan dua orang pembeli. Sementara Kadis Sosial yang memiliki peran sebagai penjual, masih terus dikembangkan.

“Yang pasti dalam kasus tanah ini, masih pemberkasan atau P21 untuk ditingkatkan kepenuntutan,” kata Rustam.

Kapolsek Kecamatan Galang, Iptu Edwin Yakobus yang dikonfirmasi terkait perkara tanah yang melibatkan Kadis Sosial Kabupaten Tolitoli Indar Dg Silasa membenarkan.

“Benar perkara tanah di Desa Bajugan penyelidikan hingga penyidikannya di tangani Polsek dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tolitoli,” katanya. TIM

 

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

PKBI Sulteng Buka Posko Kesehatan di Empat Titik Pengungsian

Direktur PKBI Sulteng, Yospin saat berkoordinasi dengan bidan di Kelurahan Kabonena untuk …

IKLAN - 01

Stay Connected

IKLAN - 03

TERPOPULER

03

NASIONAL

IKLAN - 02

INTERNASIONAL

Ikuti Kami :