Sekretaris KPU Tolitoli Akan Benahi SDM dan Usulkan Rotasi Staf ke KPU Sulteng

5 min read
0
260

Suasana sidang DKPP RI beberapa waktu lalu di Kantor Bawaslu Sulteng, terkait dugaan pelanggaran kode etik staf sekretariat KPU Tolitoli. FOTO : IST

TOLITOLI, SULTENGNEWS.COM – Sekretaris KPU Tolitoli, Habiba mengaku akan segera membenahi Sumber Daya Manusia (SDM) di KPU Tolitoli dan mengusulkan rotasi staf, setelah urusan keuangan selesai dan kegiatan sudah berjalan dengan dengan lancar.




“Saat ini, kita masih fokus pada urusan persiapa anggaran. Kalau sudah konek semua urusan anggaran, sudah tersedia semua anggaran dan sudah lancar semua kegiatan, barulah kita melakukan pembinaan SDM dan mengusulkan rotasi staf ke Seekretaris KPU Sulteng,” ujar Habiba saat dihubungi dari Palu melalui telepon, Selasa (7/1/2020).

Dikatakan, berdasarkan aturan, sekretaris KPU Kabupaten/Kota hanya mengusulkan kepada sekretaris KPU Sulteng terkait dengan dirotasi staf untuk menempati jabatan di KPU Kabupaten/Kota. Selanjutnya, sekretaris KPU Sulteng yang memutuskan penetapan rotasi semua staf yang diusulkan.

“Mungkin bulan depan (Februari) untuk usulan rotasi staf. Kalau Januari ini sepertinya belum, karena kita masih fokus urusan anggaran dulu. Yang jelas, kami akan tetap mengusulkan rotasi staf dengan pertimbangan hasil keputusan DKPP,” ujar Habiba yang belum lama bertugas di KPU Tolitoli.

Habiba mengaku, hingga kini dia masih melakukan pembinaan dan terus memantau kinerja semua staf hingga kasubag untuk dijadikan bahan evaluasi dan dasar hukum melakukan rotasi.

Dia mengaku, sudah memiliki catatan – catatan khusus terkait kinerja masing – masing staf.

“Saya tekankan ya, kita hanya mengusulkan untuk rotasi, tapi keputusan akhirnya ada di sekretaris KPU Sulteng,” tegasnya.




Habiba menjabat sebagai sekretaris KPU Tolitoli menggantikan Bustanil yang direkomendasi oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI untuk dikembalikan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Tolitoli setelah terbukti pada sidang DKPP melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman prilaku pada penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 lalu.

Selain Bustanil, ada dua staf KPU Tolitoli lainnya yang juga di putus oleh DKPP melanggar kode etik dan pedoman prilaku serta diberikan peringatan keras yakni Aswan dalam jabatannya sebagai Kasubag Keuangan dan Logiatik dan Hendra dalam jabatannya sebagai bendahara.

Ketiganya yakni Bustanil, Aswan dan Hendra mendapatkan peringatan keras oleh DKPP RI melalui putusan dengan Nomor : 88-PKE-DKPP/V/2019. Namun dari tiga orang itu, baru Bustanil yang sudah dikembalikan ke Pemda Tolitoli. Sementara Aswan dan Hendra, masih tetap pada posisi mereka masaing – masing yang telah diberikan peringatakan keras dari DKPP.




Sekretaris KPU Habiba yang dimintai tanggapan terkait keputusan DKPP RI itu mengaku, untuk Hendra memang masih pada posisi bendahara, karena harus mempertanggungjawabkan dulu anggaran tahun 2019 karena KPU Tolitoli sedang ada audit keuangan dari KPU RI. Sementara Aswan, dia mengaku masih terus melakukan pembinaan dan memantau kinerja yang bersangkutan. Selain itu, Habiba mengaku masih sibuk dengan urusan penganggaran untuk Pilkada Tolitoli.

“Setelah semua urusan keuangan selesai, barulah saya fokus melakukan pembinaan SDM dan pengusulan rotasi staf ke Sekretaris KPU Provinsi,” tutupnya. FUL

Load More Related Articles
Load More In Politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

KPU Parimo Buka Pendaftaran PPK Untuk Pilkada Sulteng Tahun 2020

PARIGI MOUTONG, SULTENGNEWS.COM -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong (Par…