SD Islam Al-Azhar 63 Palu Kunjungi Makam Datokarama

4 min read
0
324

Foto bersama pengurus makam dan SD Al-azhar 63 Palu di depan cagar budaya Makam Datokarama. FOTO : ISTPALU,

SULTENGNEWS.com – Sekolah Dasar Islam AL-Azhar 63 Palu, mengunjungi makam Datokarama Palu melalui kegiatan Field Trip (Kunjungan Wisata) pada Kamis, 17 Oktober 2019.



Kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan sejarah Islam masuk di Kota Palu, melibatkan seluruh siswa kelas satu dan dua SD Islam Al-azhar 63 Palu.

‘’Field trip ini merupakan kunjungan wisata sekaligus melakukan studi lapangan yang dilaksanakan di luar kelas dan sekolah dengan tujuan untuk menunjang pengetahuan siswa dalam pembelajaran serta mengetahui tentang sejarah Islam masuk di Kota Palu tanah kaili,” ujar Kepala SD Islam Al-Azhar 63 Palu, Moh Yatim diselah-selah kegiatan.

Dalam kunjungan ke makam Datokarama Palu, para siswa terlihat sangat hikmat mendengarkan materi yang disampaikan langsung Aziz selaku penjaga makam. Bahkan para siswa diperlihatkan secara langsung terkait makam–makam yang ada di dalamnya.

Selain menjelaskan masuknya Islam di tanah kaili yang dibawakan Datokarama, Aziz juga bercerita, dalam menyebarkan ajaran Islam salah satu cara yang dilakukan Datokarama yaitu mengutamakan mengaji sehingga masyarakat kaili pada saat itu mengenal tentang al-quran.

‘’Jadi kalian harus sering mengaji yah, karena perintah Datokarama bahwa kita itu sering membaca al-quran dan jangan tinggalkan mengaji,’’ ajak Aziz selaku penjaga makam dalam berkisah.

Kepala SD Islam Al-Azhar 63 Palu, Moh Yatim dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa makam Datokarama, merupakan salah satu objek wisata dari beberapa tempat yang di kunjungi, karena hal tersebut memiliki keterkaitan dengan pembelajaran para siswa- siswi.

Bahkan kegiatan ini juga sudah diagendakan setiap tahunnya dalam raker sekolah SD Islam Al-azhar 63 Palu.

‘’Dalam pembelajaran di sekolah kami, siswa dituntut bukan sekedar mengetahui teori semata melainkan dapat terjun langsung dalam mengamati kondisi lingkungan yang sebenarnya terkait pelajaran yang dipelajarinya,’’ ungkap Yatim.

Sejalan dengan hal tersebut, Syamsu Alam sebagai guru mata pelajaran Bahasa Kaili menambahkan bahwa field trip kali ini, memang sudah direncanakan berdasarkan materi yang dipelajari yaitu berkaitan dengan sejarah masuknya Islam di tanah kaili.



Materi tersebut juga membahas tentang sejarah Datokarama sehingga fiel trip kali ini siswa diajak untuk langsung menyaksikan di lapangan tentang Datokarama.

‘’Kegiatan ini bukan hanya sekedar field trip biasa, namun harus tetap dengan tujuan dan memberikan manfaat terhadap siswa dan siswi,’’ tegas Alam. NAL

Load More Related Articles
Load More In Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Universitas Terbuka Palu Registrasi Mata Kuliah Tahun 2020

PALU, SULTENGNEWS.COM – Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (UT) P…