RS Undata dan Madani Diminta Tingkatkan Pelayanan Agar Lebih Nyaman

6 min read
0
223

Anggota DPRD Sulteng, Hidayat Pakamundi (Baju Putih) saat mengikuti rapat bersama mitra Komisi IV di ruang sidang utama DPRD Sulteng, Jumat (15/11/2019). FOTO : MAHFUL/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Sejumlah anggota DPRD Sulteng meminta Rumah Sakit Umum (RSU) Undata dan RSU Madani untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan melengkapi peralatan yang menunjang pelayanan kesehatan agar lebih nyaman terhadap pasien.




“Selama ini imej yang berkembang di masyarakat, jika sakit dan memiliki kelebihan rezeki pasti berobatnya di rumah sakit swasta, bukan di Undata atau RS Madani. Itu artinya ada masalah di dua rumah sakit itu,” ujar Anggota DPRD Sulteng, Hidayat Pakamundi dalam rapat bersama mitra komisi IV di ruang sidang utama DPRD Sulteng, Jumat (15/11/2019).

Wakil Ketua II DPRD Sulteng, Hj. Zalzulmuda A. Djanggola didampingi Ketua Komisi IV, Dr. Alimuddin Paada dan Sekretaris Komisi IV, I Nyoman Slamet di ruang sidang utama DPRD Sulteng, Jumat (15/11/2019). FOTO : MAHFUL/SN

Anggota DPRD asal Partai Demokrat ini menegaskan, pihak RS Undata harus mencari tahu apa masalah yang terjadi sebenarnya, sehingga masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki enggan berobat di RS Undata dan RS Madani yang notabene adalah milik Pemerintah Provinsi Sulteng.

“Padahal jika bicara peralatan kesehatan, RS Undata dan Madani juga memiliki peralatan yang luar biasa, tapi kenapa imej di luar justru rata-rata yang memiliki rezeki berobatnya di RS Swasta,” ujarnya heran.

Olehnya, Hidayat meminta agar Direktur RS Undata dan Madani bisa lebih meningkatkan pelayanan, sehingga imej di luar itu bisa berubah dan masyarakat lebih percaya lagi dengan pelayanan di RS Undata dan Madani,” pintanya.

Hal yang sama juga dikemukakan Anggota DPRD Sulteng asal Partai Golkar, Erwin Burase. Menurutnya, imej yang terbangun di luar bahwa pelayanan di RS Swasta lebih baik, harus menjadi motivasi bagi RS Undata dan Madani.




“Imej di luar ini harus benar-benar menjadi perhatian, jika yang bermasalah pelayanan ya harus ditingkatkan. Jika yang bermasalah peralatan ya harus diadakan, sehingga ada kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan di RS Undata dan RS Madani,” katanya.

Sementara Anggota DPRD Sulteng dari Partai Hanura, Ismail Junus meminta kepada Direktur RS Undata dan RS Madani agar tidak terlalu mengeluhkan terkait masalah anggaran, karena Rumah Sakit Swasta saja tidak ada anggaran pemerintah tapi maksimal dalam pelayanan.

“RS Undata dan Madani harus bisa mendiri, jangan hanya dari BPJS Kesehatan saja yang menjadi sumbernya, tapi harus kreatif mencari sumber dana lainnya,” ujar Ismail Junus.

Ismail juga meminta efisiensi belanja utamanya pengadaan obat, karena informasi yang masuk ke DPRD Sulteng ada obat yang dimusnahkan. Seharusnya kata Ismail, hal itu tidak perlu terjadi jika benar – benar direncanakan secara matang terkait pengadaan obat itu.

“Saya juga berharap untuk fasilitas kesehatan, harus benar – benar dijaga agar tidak diadakan setiap tahunnya untuk alat – alat yang sama,” tegasnya.

Ismail juga meminta kepada Direktur RS Undata dan Madani, agar bisa lebih tegas kepada dokter – dokter ahli yang tidak fokus melakukan pelayanan di RS Undata dan Madani, karena banyak menerima job di luar.

“Bapak direktur saya minta tegas kepada dokter – dokter ahli yang tidak bisa fokus. Jika mereka sudah mengancam, ya ganti saja dengan dokter lain karena masih banyak juga dokter lainnya,” tandas Ismail.

Rapat Komisi IV bersama mitra kerja yakni Dinas Kesehatan, RS Undata, RS Madani dan Biro Kesra dipimpin langsung Wakil Ketua II, Hj. Zalzulmida A. Djanggola yang didampingi ketua komisi IV Dr. Alimudin Paada. FUL

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Asal Usul Nama Rusdy Mastura

Sore itu di tepian Pantai Kayamanya, Kabupaten Poso. Pria berkulit gelap dengan senyum yan…