Presiden Jokowi Pantau Evakuasi Jenazah di Roa – Roa Hotel

7 min read
0
92

Presiden Jokowi saat meninjau langsung proses evakuasi korban gempa di Roa – Roa Hotel, Rabu (3/9/2018). FOTO : MAHFUL/SN

PALU, SULTENGNEWS.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunjungi korban Gempa dan Tsunami di Kota Palu untuk kedua kalinya. Pada hari kedua pasca gempa, presiden sudah berkunjung dan memantau para korban gempa dan tsunami yang berada di posko – posko pengungsian.

Kedatangan kedua kalinya ini, presiden memantau langsung proses evakusi korban gempa di Roa – Roa Hotel Jalan Patimura, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur. Turut mendampingi presiden yakni Manko Polhukam Wiranto, Manteri PMK Puan Maharani, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimulyo dan Gubernur Sulteng Longki Djanggola.

Presiden Jokowi saat berbincang dengan Menkopolhukam Wiranto sesaat sebelum memantau proses evakuasi korban gempa di Roa – Roa Hotel. FOTO : MAHFUL/SN

Rombongan presiden tiba di lokasi Roa – Roa Hotel sekira pukul 13.00 Wita dan langsung mendekati alat yang sedang bekerja menggali reruntuhan bangunan hotel yang telah rata dengan tanah. Presiden sempat memberikan arahan kepada tim dari Basarnas agar mempercepat proses evakuasi karena sudah hari ke empat pasca gempa.

Sekira 15 menit memantau langsung proses evakuasi itu, presiden lalu menghampiri para wartawan yang terdiri dari wartawan luar negeri, wartawan nasional seperti Metro TV dan TV One serta wartawan sultengnews.com dan memberikan keterangan pres terkait pemulihan Kota Palu pasca gempa 7,4 SR yang mengguncang Kota Palu dan Donggala pada Selasa (28/9/2018) lalu.

Presiden mengatakan, kedatangannya ke Palu yang kedua kalinya itu untuk memastikan bahwa semua penanganan korban gempa dan tsunami serta pemulihan Kota Palu benar – benar dikerjakan secara sungguh – sungguh.

Presiden Jokowi berbincang dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono sesaat sebelum meninjau langsung proses evakuasi korban gempa yang tertimbun di reruntuhan hotel. FOTO : MAHFUL/SN

“Memang ada beberapa tahapan – tahapan evakuasi masih mengalami kendala misalnya masih kurangnya stok BBM, namun semua perlahan bisa ditangani karena sudah banyak stok BBM yang sudah masuk ke Palu,” ujar Presiden.

Selain evakuasi korban, pemerintah juga tengah melakukan pemulihan listrik agar masyarakat segera dapat beraktivitas seperti biasanya. Bantuan logistik juga terus berdatangan ke Kota Palu yang ditangani langsung Pemerintah Pusat.

“Saya juga sudah instruksikan kepada gubernur dan bupati agar segera memulihkan perekonomian warga, agar kehidupan sehari – hari warga dapat normal kembali sambil terus melakukan evakuasi korban,” tegas Presiden.

Setelah memberikan keterangan pers kepada awak media, Presiden bersama rombongan meninggalkan lokasi Roa _ Roa Hotel dan bertolak menuju Kabupaten Donggala untuk meninjau para pengungsi korban gempa dan tsunami di kabupaten yang menjadi pusat gempa itu.

Sebelumnya, sekira pukul 12.00 Wita, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono juga meninjau secara langsung proses evakuasi jenazah di Roa – Roa Hotel.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto bersama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono saat meninjau evakuasi jenazah di Roa – Roa Hotel. FOTO : MAHFUL/SN

Hingga pukul 14.00 Wita saat wartawan sultengnews.com berada di lokasi evakuasi, jumlah korban tewas yang berhasil di evakuasi berjumlah 10 jenazah. Diperkirakan, jumlah korban di hotel itu masih berkisar puluhan orang yang masih tertimbun reruntuhan.

Salah seorang tamu Roa – Roa Hotel bernama Khadijah yang berhasil selamat dari reruntuhan bangunan menuturkan, dia bersama suami dan kedua orang tuanya chek in di hotel itu sekira pukul 17.00 Wita. Jumlah tamu saat dia masuk kisaran 100 orang, karena dia sendiri sudah mendapatkan kamar di lantai paling atas.

“Saya tidak tahu persis berapa jumlah tamu hotel, namun saat saya chek ini hampir semua kamar sudah full sehingga saya bersama suami dan kedua orang tua mendapatkan kamar dilantai paling atas,” ujarnya.

Khadijah menuturkan, baru sekitar lima menit merebahkan diri di ranjang hotel, tiba – tiba saja dia merasakan goncangan yang luar biasa dan hotel langsung amruk. Beberapa menit setelah runtuhnya hotel, beberapa orang yang datang mengevakuasi korban berhasil mengeluarkannya dari reruntuhan hotel.

Namun sangat disayangkan, suaminya tidak berhasil diselamatkan karena tertimpa reruntuhan bangunan hotel. Sementara kedua orang tuanya masih tertimbun reruntuhan dan baru dilakukan pencarian setelah empat hari pasca gempa.

“Suami saya sudah dikuburkan sehari setelah gempa itu, karena saya berfikir untuk apalagi lagi dibawa ke Makassar. Sedangkan kedua orang tua saya, masih berada di reruntuhan bangunan dan masih dilakukan pancarian,” tuturnya dengan nada sedih. FUL

 

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

PKBI Sulteng Buka Posko Kesehatan di Empat Titik Pengungsian

Direktur PKBI Sulteng, Yospin saat berkoordinasi dengan bidan di Kelurahan Kabonena untuk …