PKBI Sulteng Buka Posko Kesehatan di Empat Titik Pengungsian

4 min read
1
249

Direktur PKBI Sulteng, Yospin saat berkoordinasi dengan bidan di Kelurahan Kabonena untuk posko kesehatan PKBI di Kelurahan Kabonena tepatnya di Bukit Tursina. FOTO : DOK. PKBI SULTENG

PALU, SULTENGNEWS.com – Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulteng yang merupakan sebuah lembaga kemanusiaan yang bergerak dibidang Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan pelayanan Keluarga Berencana (KB), ikut berpartisipasi membantu warga yang terdampak bencana di Palu, Sigi dan Donggala (PASIGALA) dengan mendirikan Posko kesehatan di titik – titik pengungsian.

Direktur PKBI Sulteng, Yospin bersama manager program Posko Kesehatan PKBI Husin Alwi saat berada di tenda medis Kayumalue Pajeko. FOTO : DOK. PKBI SULTENG

“Kita mendirikan empat posko pelayanan kesehatan dititik pengungsian dan satu posko di klinik PKBI Jalan Lekatu, untuk membantu warga pengungsi yang mungkin mengeluhkan kesehatan selama tinggal dipengungsian,” ujar direktur PKBI Sulteng, Yospin kepada sultengnews.com jumat (16/11/2017).

Dikatakan, empat posko PKBI yang didirikan yakni di Desa Loli Pesua Kabupaten Donggala, Desa Pombeve Kabupaten Sigi, serta dua posko di Kota Palu yakni Kelurahan Kabonena dan Kayumalue Pajeko. Sementara satu posko lagi dipusatkan di kantor PKBI Sulteng, Jalan Lekatu Kelurahan Tavanjuka.

Direktur PKBI Sulteng, Yospin bersama manager program Posko Kesehatan PKBI Husin Alwi saat berada salah satu titik Hunian Sementara (Huntara) di Lapangan Pacuan Kuda, Kelurahan Panau. FOTO : DOK. PKBI SULTENG

Semua posko kesehatan itu, kini sudah aktif semua melayani pengungsi yang mengeluhkan kesehatannya selama tinggal dipengungsian. Untuk sementara, model pelayanannya yakni mobile dengan mengunjungi titik – titik pengungsian. Jika semua kelengkapan ditenda posko terpenuhi, barulah tim medis ada yang stand by di tenda klinik.

“Nanti model pelayanan kita, ada yang tetap mobile mendatangi titik – titik pengungsian dan ada juga yang akan tetap stand by di posko medis menunggu warga yang berobat di tenda medis,” ujar pegiat kemanusiaan ini.

Direktur PKBI Sulteng, Yospin bersama manager program Posko Kesehatan PKBI Husin Alwi serta tenaga medis dan CO usai melayanan medis di titik pengungsian di Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli. FOTO : DOK. PKBI SULTENG   

Hingga kini lanjut Yospin, dalam seminggu layanan mobile jumlah pasien yang ditangani posko kesehatan PKBI sudah mencapai 100 lebih dengan beberapa jenis pelayanan seperti pasien umum, ibu – ibu hamil, anak dan balita serta ibu – ibu yang melakukan KB.

“Semua layanan itu, akan terus diberikan posko PKBI Sulteng hingga lima bulan kedepan baik di tenda medis maupun layanan mobile ke titik – titik pengungsian,” tutupnya. FUL

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Gubernur Putuskan Penundaan Kredit Bank dan Leasing

Ketua Forum Perjuangan Pemutihan Hutang (FPPH) Sulteng, Sunardi Katili bersama para pengur…