Pemprov Lakukan Inventarisasi Dana Jaminan Reklamasi Pertambangan

3 min read
0
223

PALU, SUTENGNEWS.com – Gubernur Sulawesi Tengah melalui Asisten III Mulyono menegaskan, saat ini sedang melakukan inventarisasi secara insentif dana jaminan reklamasi pertambangan yang diterima oleh Kabupaten/Kota sesuai kewenangannya sebelum Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 keluar.

“Kita juga telah melakukan inventarisasi seluruh perizinan/izin usaha pertambangan (IUP) termasuk segala kewajiban administrasi dan keuangan,” ujar Asisten III Pemprov Sulteng, Mulyono dihadapan Sidang Paripurna,” Kamis (6/9/2018).

Pimpinan DPRD Sulteng bersama Asisten III Pemrov Sulteng dalam suasana Sidang Paripurna pemandangan umum fraksi di DPRD Sulteng terkait pidato pengantar keuangan APBD Perubahan Tahun 2018. Masalah reklamasi tambang di daerah Morowali dan Morowali Utara sempat mencuat dalam paripurna ini. FOTO : MAHFUL/SN

Dikatakan, jaminan reklamasi pertambangan memang diberikan kepada masing – masing kabupaten/kota, karena kewenangan menerbitkan izin usaha pertambangan masih melekat ke masing – masing kabupaten/kota sebelum dialihkan ke Pemerintah Provinsi sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah.

Tanggapan Pemprov Sulteng ini, terkait dengan peryataan Wakil Ketua DPRD Sulteng, Muharram Nurdin yang juga dituangkan dalam pandangan umum Fraksi PDI Perjuangan dalam sidang paripurna yang mempertanyakan dana reklamasi pertambangan, karena hingga saat ini banyak sekali bekas pertambangan terutama di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara yang telah ditinggalkan perusahaan, namun bekasnya tidak direklamasi atau ditimbun kembali.

“Saya melihat banyak sekali lubang – lubang bekas galian pertambangan di Morowali dan Morowali Utara yang tidak ditimbun kembali. Pertanyaannya sekarang, kemana dana kesepakatan reklamasi pertambangan, karena lubang – lubang hasil galian tidak ditimbun kembali,” ujar Ketua DPD PDIP Sulteng, Selasa (4/9/2018).

Seharusnya kata Muharram, dengan adanya kesepakatan reklamasi antara pihak perusahaan dengan pemerintah daerah, lubang – lubang hasil pertambangan itu sudah ditutup semua karena ada dananya. Namun kenyataannya, hingga kini banyak lubang – lubang yang belum ditutup.

“Inilah yang menjadi pertanyaan kami di dewan, kemana dana reklamasi pertambangan itu…? karena kenyataannya lubang – lubangnya belum ditutup,” tegas politisi PDIP ini. FUL

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Monopoli Harga, TBS Petani Dihargai Rp700

FOTO ; ILUSTRASI PALU, SULTENGNEWS.com – Harga Tandan Buah Segar (TBS) di Kecamatan …