Pasca Bencana, Satpol PP Palu Berperan Aktif Dalam Penanganan Pengungsi

7 min read
0
42

PALU, SULTENGNEWS.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Palu, merupakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sangat terlihat peran aktifnya dalam penanganan pengungsi pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda Palu pada 28 September 2018 lalu.

Kepala Satuan  Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Palu Nathan kepada sejumlah wartawan mengatakan, pada malam tanggal 28 September 2018 atau beberapa saat setelah terjadinya gempa yang berkekuatan 7,4 skala richter melanda Palu, Satpol PP  Kota Palu langsung terlibat aktif dalam penanganan pengungsi yang yang berbondong – bondong mengungsi di depan Kantor Walikota dan Lapangan Vatulemo.

“Beberapa saat setelah terjadinya gempa, hanya HT milik Satpol PP yang aktif dan bisa saling kontak. Bahkan bapak Walikota bisa berkomunikasi dengan Wawali hanya melalui HT milik anggota dan yang ada dengan saya,” kata Nathan saat berbincang dengan wartawan di ruang kerjanya, Jumat (12/7/2019).

Dikatakan saat itu, salah seorang anggota Satpol PP atas nama Sofyan menjemput Walikota di Kediamannya dan mengantarnya ke Komando Distrik Militer (Kodim) di Jalan Balai Kota Selatan bertemu dengan Komandan Kodim. Saat itu, Walikota Hidayat bertanya apakah ada saluran komunikasi yang bisa digunakan..? lalu anggota Satpol PP atas nama Sofyan menjebut anggota Satpol PP lainnya bernama Heru untuk membawakan HT yang dipegangnya kepada Walikota.

“Setelah dikasih HT, bapak Walikota langsung masuk mengontak personil dengan kode yang kita gunakan yakni “Harimau”. Saat itu, saya sedang bersama Wawali di Rujapnya. Mendengar panggilan Siga 1 (Panggilan Untuk Walikota) yang memanggil Harimau 1 (Panggilan untuk Kasat Pol PP), saya langsung masuk dengan jawaban perintah pak..?,” tutur Nathan.

Setelah tersambung, Wawali Sigit Purnomo Said langsung meminta HT yang digunakan Kasat Pol PP untuk berkomunikasi langsung dengan Walikota yang saat itu sedang berada di Kodim. Setelah tersambung, Walikota langsung merapat ke Rujab Wawali dan selanjutnya bersama Dandim meninjau lokasi pelaksanaan Palu Nomoni di depan TVRI Palu.

“Setelah Walikota, Wakil Walikota, Dandim serta beberapa personil Satpol PP lainnya meninjau lokasi pantai karena sudah mendapat kabar terjadinya tsunami, saya diperintah pak Walikota untuk mencari tahu kabar semua kepala OPD dan perintah pertama disuruh cari pak Iskandar (Kadis PU Kota Palu),” katanya.

Setelah memastikan keberadaan Iskandar, dirinya langsung kembali menangani para pengungsi yang sudah banyak berdatangan di depan Kantor Walikota dan Lapangan Vatulemo. Saat itu kata Nathan, mobil Satpol PP yang memiliki spiker benar – benar sangat membantu para pengungsi untuk menemukan keluarganya.

“Banyak sekali pengungsi yang saling menemukan keluarganya, karena kita panggil menggunakan spiker mobil Satpol PP yang kita miliki,” tuturnya.

Keesokan harinya lanjut Nathan, personil Satpol PP yang masih stey sebanyak 15 orang langsung membuka posko di depan Kantor Walikota. Sebagiannya diperintahkan untuk mencari dan mengevakuasi jenazah Satpol PP dan warga yang diterpa tsunami di Pantai Talise Palu.

Menurut Nathan, jumlah personil Satpol PP yang diterjunkan di lokasi Palu Nomoni sebanyak 250 orang. Dari jumlah itu, 15 orang dipastikan meninggal sementara yang lainnya berhasil selamat, meskipun beberapa hari pasca gempa barulah diketahui kabarnya. Dari 15 yang meninggal, hanya 8 orang yang ditemukan jenazahnya, sementara 7 orang lainnya hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

“Jadi, Satpol PP sudah berperan aktif dalam penanganan pengungsi pasca bencana terjadi,” tegasnya.

Dia menambahkan, jika dirinci semua kegiatan yang telah dilakukan Satpol PP, maka jumlahnya sangat banyak. Namun sedikitnya ada 13 item kegiatan yang sempat tercatat diantaranya; 1). Evakuasi Jenazah di Anjungan Palu. 2). Membantu penguburan massal Jenazah di Pekuburan Massal Poboya. 3). Menjemput/mengawal logistik bantuan dari luar daerah (Pelabuhan Taipa, Pelabuhan Pantoloan, Pelabuhan Kabonga dan Bandara Sis Aljufri Palu. 5). Membantu menyalurkan logistic ke posko bencana serta mendistribusikan ke lokasi pengungsian. 6). Menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris korban dari anggota Satpol PP sebanyak 15 orang. 7). Menyerahkan bantuan dari civitas Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) kepada anggota Satpol PP yang meninggal dunia, anggota Satpol PP yang luka – luka, serta 3 Senode Gereja (GPID, GT, GKST). 8). Menyerahkan bantuan logistic dari Pemkot Jambi kepada Anggota Satpol PP Palu yang meninggal, luka berat, luka ringan sebanyak 100 orang. 9). Membantu mendirikan tenda shelter di Kelurahan Besusu dan Kelurahan Pantoloan. 10). Membantu menyerahkan tenda kepada kelas untuk proses belajar mengajar kepada Dinas Pendidikan Kota Palu. 11). Melakukan penanganan korban khusus di Kelurahan Palupi dan Pengawu. 12). Menempatkan personil pengamanan pada Huntara di Petobo, Tatura Utara dan Balaroa. 13). Melakukan kerja bakti pada lokasi pantai talise, Masjid Agung dan Kelurahan Petobo.

“Itulah beberapa kegiatan yang sempat kita catat, selama proses penanganan bencana mulai dari masa tanggap darurat sampai masa transisi menuju pemulihan,” katanya. FUL

Load More Related Articles
Load More In Palu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Kadis Ingatkan SKB Kasintuvu Aktifkan Pelayanan dan Disiplin ke Kantor

PALU, SULTENGNEWS.com – Satuan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kasi…