Panwaslu Palu Gelar FGD Kesiapan dan Strategi Pengawasan Pemilu 2019

4 min read
0
326

Keterangan Foto :

Ketua Panwaslu Kota Palu, Munira

PALU, SULTENGNEWS.com – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Palu, menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Kesiapan dan Startegi Pengawasan Pemilu 2019” di Hotel Mercure, Selasa (12/12/2017).

Ketua Panwaslu Kota Palu, Munira dalam sambutannya mengatakan, kegiatan FGD tersebut merupakan sarana bagi Panwaslu untuk mendapatkan masukan dan sumbangsi pemikiran dari para stakeholders serta masyarakat secara umum agar bisa mewujudkan Pemilu yang berkualitas.

“Pengawas Pemilu merupakan organisasi negara dengan peran menjamin agar Pemilu bisa berjalan sesuai ketentuan Undang – Undang kepemiluan. Dalam praktiknya, pengawas Pemilu berkewajiban untuk melibatkan masyarakat dalam pengawasan Pemilu,” ujar Munira saat menyampaikan sambutan.

Salah satu bentuk keterlibatan masyarakat kata Munira, yakni melalui pengawasan partipatif yang dilakukan masyarakat dalam mengawal integritas pelaksanaan pemilihan. Bentuk aktualisasi proses demokrasi adalah partisipasi politik masyarakat yang termanifestasi dalam peran aktif sebagai pengawas pemilu.

“Hak dan kewajiban masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut dijamin dalam Undang – Undang Dasar 1945 pada pasal 28,” katanya.

Dengan demikian lanjutnya, pengawasan partisipatif merupakan pengawasan Pemilu yang dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk partisipasi dalam mengawal integritas pelaksanaan Pemilu.

Selain itu lanjut Munira, diera globalisasi saat ini, peran akademisi juga sangat penting dalam berbagai hal tak terkecuali penyelenggaraan pemilihan umum. Begitu banyak kontribusi pemikiran yang berkualitas dalam mewujudkan pemilihan umum yang berkualitas. Disamping itu, keterlibatan mahasiswa dan para pelajar sebagai pemilih pemula, juga merupakan hal yang sangat penting. Sebab mahasiswa sebagai subjek terpelajar, mempunya idealisme tinggi termasuk dalam hal pemilihan umum sebagai manifestasi demokrasi.

“Olehnya itu, akademisi dan mahasiswa merupakan mitra terbaik pengawas Pemilu untuk memastikan penyelenggaraan pemilu berjalan dengan baik dan taat terhadap aturan perundang – undangan,” terangnya.

Selanjutnya, dukungan dan kerjasama dari lembaga pemantau menjadi salah satu langkah strategis. Pemanau maupun pengawas, sama – sama mengemban misi terselenggaranya pemilu yang jujur dan adil. Dengan demikian, pemantau pemilu diharapkan bisa menjadi jembatan antara pengawas formal dengan dengan pengawas masyarakat.

“Dengan pengawasan partisipatif, tentu akan lebih responsif terhadap isu – isu yang berkembang, sehingga lebih banyak mendengar dan mengagregasikan kepentingan terwakili dan yang diwakili,” tutupnya.

Dalam FGD Panwaslu ini, dihadiri sejumlah kalangan diantaranya tenaga ahli Bawaslu RI Dr Abdullah Iskandar, para akademisi diantaranya Dr. Aminudin Kasim, Dr Irwan Waris dan Dr Kasman Jaya Saad. Para perwakilan partai politik, tokoh masyarakat, mahasiswa dan para pelajar yang notabene merupakan para pemilih pemula pada Pemilu 2019 mendatang. FUL

Load More Related Articles
Load More In Politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Habsa Yanti Ponulele Jajaki Kerjasama Dengan Koalisi Palu Milenial

Habsa Yanti Ponulele saat bersilaturahmi dengan jajaran pengurus Koalisi Palu Milenial dan…