Morowali, Kota Tambang Bebas Juru Parkir

3 min read
0
864

Keterangan Foto :

Kendaraan roda empat dan roda dua yang terparkir rapi di lokasi pameran dalam rangkah HUT Kabupaten Morowali ke-18 tahun tertata rapi tanpa ada juru parkir. FOTO : DOK SULTENGNEWS.COM

MOROWALI, SULTENGNEWS.com – Pada Jumat sampai Minggu pekan lalu (22/24/2017), sultengnews.com, melakukan tour ke Kabupaten Morowali yang dikenal sebagai daerah tambang nikel terbesar di dunia.

Dalam tour itu, wartawan media ini menyempatkan menghadiri pameran yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Morowali ke-18 yang dilaksanakan di depan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Morowali. Menariknya, pada pameran yang berlangsung sejak tanggal 5 Desember lalu itu, tak ada juru parkir (Jukir) yang menjaga kendaraan.

Hal ini tentu sangat jauh berbeda dengan beberapa daerah lain, termasuk Ibu Kota Provinsi Sulteng yang menjadikan parkir sebagai salah satu sumber pemasukan daerah dalam setiap ivent. Akibatnya, keberadaan jukir terkadang menjadi salah satu alasan beberapa warga untuk tidak mendatangi event yang dilaksanakan. Masalahnya, mulai dari pelayanan yang kurang ramah karena hanya menginginkan bayaran tanpa memberi pelayanan prima, hingga biaya parkir yang terkadang mendadak melonjak, sesuai kehendak sang jukir menjadi masalah sendiri bagi warga pengunjung ivent.

Namun hal itu tidak berlaku bagi warga Kabupaten Morowali yang justru enjoi saja datang ke arena pameran yang dilaksanakan Pemkab Morowali. Warga Morowali berbondong – bondong datang bersama keluarganya ke arena pameran, karena selain tempatnya ramai dan nyaman, tidak beban tambahan yang mereka keluarkan dalam bentuk bayar parkir kendaraan.

“Tiap HUT memang begini, tidak ada yang jaga parkir. Jadi bebas orang mau datang, tidak memikirkan bayar parkir lagi,” ungkap Sudin warga Bungku Barat kepada sultengnews.com, Sabtu malam (23/12/2017).

Diakuinya juga setiap ada perhelatan atau event-event yang diselenggarakan Pemkab, sangat jarang ada jukir yang menjaga kendaraan.

Pantauan sultengnews.com, kendaraan baik roda dua dan roda empat terparkir rapi di tepi jalan jalan yang berjarak sekira 200 meter dari lokasi pameran. Kesadaran warga juga terlihat dengan terparkirnya kendaraan dengan rapi. Bahkan saat berhenti di tepi jalan saja pada sore harinya, tidak ada Jukir yang meniup sempritan sambil meminta uang parkir seperti di kota – kota lainnya. DLA

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

Gubernur Putuskan Penundaan Kredit Bank dan Leasing

Ketua Forum Perjuangan Pemutihan Hutang (FPPH) Sulteng, Sunardi Katili bersama para pengur…