Monopoli Harga, TBS Petani Dihargai Rp700

2 min read
0
75

FOTO ; ILUSTRASI

PALU, SULTENGNEWS.com – Harga Tandan Buah Segar (TBS) di Kecamatan Riopakava jatuh total.  Kini hanya dihargai Rp700 oleh jejaring pembeli, termasuk pihak perusahaan PT. Lestari Tani Teladan (PT. LTT).

Saat ini, harga sawit yang bersumber dari hasil kebun sawit mandiri miliki warga hanya dihargai seperti itu. Sementara produksi sawit milik warga sangat banyak. Terhampar di luasan 13.000 hektar hampir setara dengan luasan wilayah Hak Guna Usaha (HGU) yang saat ini beroperasi di wilayah Kecamatan Pasangkayu.

Tidak ada pilihan lain bagi petani, walaupun dengan harga seperti itu sangat menyakitkan. Pihak perusahaan suka-sukanya menentukan harga. Praktek monopoli ini, jadi masalah tersendiri di Wilayah Sulawesi Tengah.

Hal ini terjadi, karena belum adanya regulasi terkait standar harga Tandan Buah Segar di Sulawesi Tengah kata Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Sulawesi Tengah (Walhi) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan Komisi II DPRD Sulawesi Tengah bertempat di Baruga Pertemuan Kantor DPRD (18/9/2018).

Menurut Nyoman, salah satu perwakilan warga dari Kecamatan Riopakava, dengan harga Tandan Buah Segar di perusahaan Rp 1.000 dan Rp700 harga di tempat  membuat petani makin susah. Padahal tanaman sawit merupakan komoditi unggulan di Kecamatan Riopakava sebanyak 80 persen produksi pertanian bersumber dari kelapa sawit. Permainan harga sudah menjadi cerita biasa dikalangan petani, katanya.*/FUL

Load More Related Articles
Load More In Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga...

PKBI Sulteng Buka Posko Kesehatan di Empat Titik Pengungsian

Direktur PKBI Sulteng, Yospin saat berkoordinasi dengan bidan di Kelurahan Kabonena untuk …